Ratusan Warga Dua Pulau Dekat Anak Krakatau Dievakuasi

CNN Indonesia | Rabu, 26/12/2018 18:14 WIB
Ratusan Warga Dua Pulau Dekat Anak Krakatau Dievakuasi Evakuasi warga pulau sekitar gunung anak krakatau usai tsunami Selat Sunda. (CNN Indonesia/Zainal Asikin)
Jakarta, CNN Indonesia -- Memasuki hari keempat usai tsunami Selat Sunda yang menerjang pesisir Lampung Selatan, tim SAR gabungan kembali mengevakuasi ratusan warga Pulau Sebesi dan Sebuku yang lokasinya hanya berjarak sekitar 10 Km dari Gunung Anak Krakatau (GAK).

Kepala Satuan Kepolisian Air Polres Lampung Selatan, Inspektur Satu Yaya Sudrajat mengatakan ratusan warga itu akan diangkut menggunakan empat kapal milik Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) yakni KM Jembio P215, KM Trisula, KM Sabuk Nusantara dan KMP Jatra II ke wilayah Kalianda, Lampung lewat Pelabuhan Bandar Bakau Jaya (BBJ) Bakauheni.

"Untuk warga yang akan diungsikan dari Pulau Sebesi ada sekitar 947 orang, dari Sebuku sekitar 50 orang," katanya, Rabu (26/12).


Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Lampung Selatan Qorinilwan menjelaskan sebelumnya pihaknya sudah membantu evakuasi sebanyak 116 warga dari kedua pulau tersebut.


Ratusan warga yang dievakuasi sebelumnya itu sudah berhasil mendarat di Pelabuhan Canti, Rajabasa dan pelabuhan BBJ Bakauheni. Setelah itu warga dibawa ke posko lapangan tenis indoor di Kalianda.
 
"Semua warga yang dievakuasi hari ini akan dikonsentrasikan di posko lapangan tenis indoor di Kalianda bersama ratusan warga yang telah dievakuasi kemarin," terangnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan kondisi perairan di sekitar kawasan Pulau Sebesi dan Sebuku hari ini relatif tenang. Kondisi tersebut, imbuhnya, tidak seperti dua hari sebelumnya usai tsunami Selat Sunda akibat aktivitas GAK menerjang kedua pulau tersebut.


Warga yang tinggal di Pulau Sebesi dan Sebuku bahkan sempat terisolir. Kedua pulau yang berpenghuni itu baru bisa ditembus tim gabungan tanggap darurat dua hari setelah terjangan tsunami, Senin (24/12). Selain berpotensi kembali terjadinya gelombang tsunami, peningkatan aktivitas GAK juga menjadi alasan warga untuk dievakuasi.

"Pulau Sebesi dan Sebuku ini, merupakan pulau terdekat dengan GAK," katanya.

Aktivitas GAK yang berada di Selat Sunda, masih terus menunjukkan peningkatan bahkan suara letusan GAK terdengar jelas dari kedua pulau tersebut.

(zas/DAL)