"Kapal laut asal tidak lewat kompleks Krakatau kan tidak apa-apa. Kapal laut itu berlayar antara Pulau Rakata dan Anyer. Saya kira masih oke, lah, aman," kata Sekretaris Badan Geologi Antonius Ratdomopurbo di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Kamis (27/12).
Antonius atau karib disapa Purbo menjelaskan kompleks Krakatau terdiri dari tiga pulau yaitu Pulau Rakata, Pulau Sertung dan Pulau Panjang. Purbo menyatakan tidak boleh ada aktivitas di sekitar kompleks tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Karena ini mulai ada abu, abu tersebar ke mana-mana tergantung anginnya. Abu itu sangat tergantung angin. Masker jadi penting, barangkali siapa yang mendekat sisi Banten atau Lampung, merasa ada abu, saya kira lebih baik menggunakan masker," katanya.
"Masalah penerbangan saya kira kita memberikan warning saja bahwa ada gunung meletus. Deteksinya di BMKG," katanya.
Kemarin, Kementerian Perhubungan mencatat terjadi penurunan jumlah penumpang yang melakukan aktivitas penyeberangan dari Pelabuhan Merak, Banten, menuju ke Pelabuhan Bakauheni, Lampung seusai bencana tsunami di pesisir Selat Sunda akhir pekan lalu.
"Di Merak banyak masyarakat yang enggan menyeberang karena ombak. Masyarakat juga masih banyak yang bertanya bagaimana dengan kondisi penyeberangan," kata Budi di kantornya, Rabu (26/12). (swo/wis)