Anies Minta Seluruh Gedung Milik Pemprov DKI Bangun Drainase

CNN Indonesia | Jumat, 28/12/2018 02:45 WIB
Gubernur Anies Baswedan menargetkan seluruh gedung milik Pemprov DKI harus sudah memiliki drainase vertikal paling lambat pada 31 Maret 2019. Gubernur Anies Baswedan menargetkan seluruh gedung milik Pemprov DKI harus sudah memiliki drainase vertikal paling lambat pada 31 Maret 2019. (CNN Indonesia/Patricia Diah Ayu Saraswati)
Jakarta, CNN Indonesia -- Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menginstrusikan agar seluruh bangunan milik Pemprov DKI dibangun sistem drainase vertikal.

Ia menargetkan seluruh gedung milik Pemprov DKI harus sudah memiliki drainase vertikal paling lambat pada 31 Maret 2019.

"Kami mengeluarkan instruksi gubernur mengenai pembangunan vertikal drainase di seluruh perkantoran Pemprov DKI, saya memberikan waktu sampai 31 Maret," ujar Anies di Balai Kota Jakarta, Kamis (27/12).



Anies menuturkan drainase vertikal diperlukan untuk menampung air hujan. Nantinya, air hujan yang ditampung tersebut bisa dimanfaatkan ketika musim kemarau tiba.

Ia mengatakan instruksi itu disampaikan agar gedung-gedung milik Pemprov DKI tak lagi menyalurkan air keluar gedung.

"Zero run off artinya tidak boleh kantor pemerintah DKI di mana pun juga, termasuk sekolah dan kantor kecamatan, kelurahan, aliran air hujan dikirim ke luar halaman, (tetapi) harus nol. Seluruh aliran air hujan harus ditampung di dalam wilayahnya lahan kita sendiri," tuturnya.

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini menargetkan akan ada 1,8 juta drainase vertikal yang dibangun di seluruh wilayah Jakarta. Anies bahkan mengaku sudah membahas soal program drainase vertikal dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Kita menargetkannya masif, kemarin kita diskusikan dengan Pak Presiden, kita harapkan bisa 1,8 juta (drainase vertikal) terbangun," ucap Anies.


Untuk saat ini, Anies mengklaim drainase vertikal telah dibangun di 6.500 titik. Namun, ia tak menjelaskan titik atau wilayah mana saja yang telah dibangun drainase vertikal tersebut.

Program drainase vertikal merupakan salah satu janji kampanye Anies pada warga Jakarta pada kampanye Pilkada DKI 2017 silam.

Anies pernah menjelaskan bahwa drainase vertikal tersebut dibuat di wilayah pemukiman padat penduduk. Meski begitu, ia menyebut tak semua wilayah bisa menerapkan program drainase vertikal tersebut.

"Tidak dilakukan di tempat-tempat yang memang tanahnya sudah tidak bisa lagi menyerap air. Di tempat yang tanah sudah tidak bisa lagi menyerap air yang dilakukan adalah pemompaan," tuturnya.

Anies pun pernah menjanjikan akan memberikan insentif khusus bagi warga atau perusahaan yang membuat drainase vertikal secara mandiri.
(dis/pmg)