Bertemu Ulama Maluku, Prabowo Kritik Ketimpangan

CNN Indonesia | Sabtu, 29/12/2018 13:44 WIB
Bertemu Ulama Maluku, Prabowo Kritik Ketimpangan Capres nomor urut 02 ini menyampaikan soal kesejahteraan rakyat yang tidak berbanding lurus dengan kekayaan alam yang dimiliki. (Foto: Tim Internal Prabowo Subianto)
Jakarta, CNN Indonesia -- Calon Presiden Prabowo Subianto bersilaturahmi dengan pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Maluku di Kota Ambon, Jumat (28/12).

Dalam kesempatan itu, capres nomor urut 02 ini menyampaikan soal kesejahteraan rakyat yang tidak berbanding lurus dengan kekayaan alam yang dimiliki.

"Saya melihat kondisi bangsa ini bahwa kekayaan kita harus dimilik oleh seluruh rakyat Indonesia, bukan hanya segelintir orang saja," kata Prabowo.



Prabowo mengatakan pihaknya prihatin dengan kondisi perekonomian masyarakat yang semakin melemah dalam rezim saat ini.

"Oleh badan badan dunia itu diakui, oleh pemerintah tidak bisa dibantah bahwa kita negara melalui ketimpangan yang parah. Satu persen memiliki lebih dari setengah kekayaan Indonesia," kata dia.

Prabowo menegaskan Indonesia bisa berubah untuk lebih baik dan makmur jika para elite dan pemimpin di negeri ini mau peduli terhadap masa depan.


"Saya ingin memperbaiki hal itu dan saya yakin masih bisa memperbaiki itu dengan putra-putri terbaik kita, dengan pemahaman yang benar," tegas Prabowo.

Sebelumnya, Prabowo mengatakan Indonesia bisa punah jika pihaknya kalah di Pilpres 2019. Sebab, terlalu lama elite berkuasa dengan langkah dan cara yang keliru yang menyebabkan tingginya ketimpangan sosial di Indonesia.

"Kita tidak bisa kalah. Kita tidak boleh kalah. Kalau kita kalah negara ini bisa punah," kata Prabowo saat menyampaikan pidato di acara Konfernas Partai Gerindra yang digelar di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Jawa Barat, Senin (17/12). (asa)