Tim Panel Debat Capres, Guru Besar UI hingga Mantan Bos KPK

CNN Indonesia | Sabtu, 29/12/2018 06:31 WIB
Tim Panel Debat Capres, Guru Besar UI hingga Mantan Bos KPK Ketua KPU Arief Budiman menyebut tujuh dari delapan calon panelis debat capres sudah menyatakan kesediaannya. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman mengatakan bahwa tujuh dari delapan panelis untuk debat perdana pasangan calon presiden-wakil presiden di Pemilu 2019 telah mengonfirmasi kesediaannya.

Mereka akan menyusun pertanyaan untuk capres-cawapres, Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

"Sudah ditetapkan, ada delapan (orang). Tujuh (orang) sudah konfirmasi bersedia," ujar Arief di kantornya, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (28/12).


Sedianya, debat perdana akan digelar di Hotel Bidakara, Pancoran, Jakarta Selatan, 17 Januari 2019. Debat ini akan diikuti oleh pasangan capres-cawapres nomor urut 01 dan 02.

Tema debat yakni terkait isu hukum, Hak Asasi Manusia (HAM), korupsi, dan terorisme.

Arief tidak menjelaskan secara rinci daftar panelis tersebut. Namun pihak-pihak yang menjadi panelis dalam debat perdana nanti memiliki kompetensi di bidang hukum, di antaranya, hukum tata negara dan hukum internasional.

"Dari akademisi, KPK, Komnas HAM, Hikmahanto Juwana (Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia), Bivitri Susanti (ahli hukum tata negara), Margarito Kamis (pakar hukum tata negara)," tuturnya.

Secara teknis, kata Arief, panelis akan membuat pertanyaan untuk disampaikan kepada para kandidat. Jumlah pertanyaannya belum ditentukan.

Nantinya, dalam acara debat para kandidat akan memilih secara acak pertanyaan yang akan diajukan terhadap pihaknya.

"(Pertanyaannya) bisa berapa saja. Nanti dikirim ke setiap paslon," kata dia.

Arief mengatakan jumlah tamu yang hadir dalam acara debat capres-cawapres itu hanya 200 orang.


Keterangan resmi KPU menyatakan delapan anggota Tim Panelis Debat ke-1 adalah sebagai berikut:

1. Prof. Hikmahanto Juwana (Guru Besar Hukum UI)

2. Prof. Bagir Manan (Mantan Ketua MA)

3. Ahmad Taufan Damanik (Ketua Komnas HAM)

4. Bivitri Susanti (Ahli Tata Negara)

5. Adnan Topan Husodo (Koordinator Indonesia Corruption Watch)

6. Bambang Widjojanto (Mantan Wakil Ketua KPK)

7. Margarito Kamis (Ahli Tata Negara)

8. Unsur Pimpinan KPK (dlm konfirmasi) (FHR/arh)