Kronologi OTT Dugaan Suap Proyek Air Minum

CNN Indonesia | Minggu, 30/12/2018 03:35 WIB
Kronologi OTT Dugaan Suap Proyek Air Minum Ilustrasi. (CNN Indonesia/Andry Novelino).
Jakarta, CNN Indonesia -- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkapkan kronologi peristiwa tangkap tangan kasus dugaan suap kepada pejabat Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terkait proyek pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM).

Sebelumnya, KPK menetapkan delapan tersangka dalam kasus dugaan suap tersebut. Setelah pemeriksaan 1x24 jam dan gelar perkara, disimpulkan adanya dugaan tindak pidana korupsi menerima hadiah atau janji oleh pejabat di Kementerian PUPR terkait proyek pembangunan SPAM tahun anggaran 2017/2018.

Dijelaskan, Jumat (28/12) pukul 15.30 WIB, Tim KPK mengamankan MWR di ruang kerjanya di Gedung Satuan Kerja Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (PSPAM) Strategis Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR di Bendungan Hilir, Jakarta Pusat.



"Bersama dengan MWR, tim mengamankan uang sejumlah 22 ribu dolar Singapura di dalam amplop," sebut Wakil Ketua KPK Saut Situmorang dalam konferensi pers di Gedung KPK, Minggu (30/12) dini hari.

Setelah mengamankan MWR, Tim KPK mengamankan ARE, TMN, DSA, DWA, ABU, UWH, WIK, SPP, D, SU, AD, dan T. Dari mobil TMN yang berada di parkiran Gedung Satker PSPAM Strategis, Tim KPK mengamankan uang Rp100 juta dan US$3.200.

Di ruang kerja DWA, Tim KPK kemudian mengamankan uang Rp636 juta. Tak hanya itu, di brankas yang ada di ruang kerja ABU, diamankan pula uang sejumlah Rp1,4 miliar. Dari UWH diamankan uang sebesar Rp500 juta dan 1.000 dolar Singapura.


Kemudian, Tim KPK menggiring WIK ke tempat tinggalnya untuk mengamankan uang terkait kasus tersebut Rp706,8 juta.

Secara bersamaan, tim lain bergerak ke Pulo Gadung, Jakarta Timur, untuk mengamankan YHS, A, dan DW di kantor PT WKE.

Malam harinya, tim bergerak ke Kelapa Gading untuk mengamankan BSU, LSU, IIR, dan W di tempat tinggal BSU.


Terakhir, tim mengamankan YUL di tempat tinggalnya di daerah Serpong. Secara total, sebanyak 22 orang langsung dibawa ke Gedung KPK. (swo/lav)