OTT Pejabat PUPR, KPK Usut Relasi Proyek Air Minum Bencana

CNN Indonesia | Sabtu, 29/12/2018 00:05 WIB
OTT Pejabat PUPR, KPK Usut Relasi Proyek Air Minum Bencana Ilustrasi KPK. (CNNIndonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyebut operasi tangkap tangan (OTT) atas dugaan korupsi terhadap pejabat Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) kemungkinan terkait proyek penyediaan air minum di sejumlah daerah.

Lembaga antirasuah itu turut mendalami apakah proyek penyediaan air bersih itu terkait dengan proyek penyediaan air minum untuk tanggap bencana.

"Sedang kami dalami keterkaitan dengan proyek sistem penyediaan air minum untuk tanggap bencana," kata Wakil Ketua KPK Laode M Syarif saat dikonfirmasi lewat pesan singkat, Jumat (28/12).



Tim penindakan KPK mengamankan sekitar 20 orang dalam OTT pejabat Kementerian PUPR. Mereka berasal dari pihak Kementerian PUPR dari unsur pejabat dan PPK sejumlah proyek yang dikelola Kementerian PUPR dan swasta dan pihak lain.

Dalam operasi senyap itu, tim penindakan KPK turut menyita barang bukti awal sebesar Rp500 juta dan Sin$25 ribu serta satu kardus berisi uang yang masih dalam penghitungan.

Tim penindakan KPK telah mengamankan 20 orang yang terdiri dari pejabat Kementerian PUPR dan pihak swasta. Syarif mengatakan penangkapan terhadap 20 orang itu dilakukan sejak sore hingga malam.


"Dari lokasi diamankan dua puluh orang, yang terdiri dari pihak Kementerian PUPR dari unsur pejabat dan PPK sejumlah proyek yang dikelola Kementerian PUPR dan swasta dan pihak lain," kata Syarif.

Syarif mengatakan saat ini tim perlu melakukan pemeriksaan secara intensif terhadap pihak-pihak yang diamankan tersebut. Sesuai KUHAP dalam waktu maksimal 24 jam KPK akan menentukan status hukum perkara dan pihak-pihak yang diamankan. (fra/agi)