Istana Minta Penunjukan Kepala BNPB Tak Dipolitisasi

CNN Indonesia | Kamis, 03/01/2019 13:52 WIB
Istana Minta Penunjukan Kepala BNPB Tak Dipolitisasi Kepala Kantor Staf Presiden Moeldoko. (CNN Indonesia/Christie Stefanie)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko meminta masyarakat dan pihak tertentu tak mempolitisasi rencana pelantikan Sekjen Dewan Ketahanan Nasional Letjen TNI Doni Monardo menjadi Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

"Semua jangan dikaitkan dengan sentimentil lah. Pertimbangan penyegaran organisasi lebih dikedepankan," kata Moeldoko di Kompleks Istana Kepresidenan, Kamis (3/1).
Rencana pergantian Kepala BNPB muncul di tengah banyaknya penanggulangan bencana di Indonesia mulai dari Lampung, Banten, Sukabumi, hingga Palu. Moeldoko membantah pergantian Kepala BNPB terkait kinerja Willem selama ini.

Menurut dia, badan yang saat ini berada langsung di bawah Presiden Joko Widodo itu memerlukan penyegaran. Willem telah memimpin BNPB sejak 2015.


Sementara itu, ia menyatakan track record Doni, calon pengganti Willem, juga tak perlu diragukan lagi. Perwira TNI AD lulusan Akademi Militer 1985 ini memulai karier di Kopassus sejak 1986.

Dalam perjalanan kariernya, Doni sempat menjadi Komandan Pasukan Pengamanan Presiden, Danjen Kopassus, Pangdam XVI/Pattimura, Pangdam III/Siliwangi, dan kini menjabat Sekjen Wantannas.
"Ya hampir semua tahu track record Pak Doni kan bagus. (Dalam penanganan bencana) Iya banyak inisiatif," tutur mantan Panglima TNI ini.

Ia turut membantah penunjukan Doni berkaitan dengan pelantikan Andhika Perkasa sebagai Kepala Staf Angkatan Darat beberapa waktu lalu. Doni saat itu disebut-sebut menjadi salah satu calon pengganti Mulyono.

"Mana ada kecewa di tentara itu. Wong nyawanya diberikan enggak kecewa, apalagi hanya jabatan. Itu biasa," ucap Moeldoko menegaskan.
Meski sempat tertunda, Moeldoko menyatakan pelantikan Doni bakal dilakukan dalam waktu dekat. Pelantikan tinggal menunggu perubahan kebijakan yang diperkirakan segera selesai.

(chri/dea)