Suap Proyek Air Minum, KPK Periksa Anak Buah Menteri PUPR

CNN Indonesia | Jumat, 04/01/2019 12:15 WIB
Suap Proyek Air Minum, KPK Periksa Anak Buah Menteri PUPR Jubir KPK Febri Diansyah. (CNN Indonesia/Andry Novelino).
Jakarta, CNN Indonesia -- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mulai memeriksa anak buah Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono dalam penyidikan kasus dugaan suap proyek pembangunan sistem penyediaan air minum (SPAM).

Saksi pertama dari lingkungan Kementerian PUPR yang diperiksa penyidik KPK adalah Indra Kartasasmita, yang tercatat sebagai pegawai negeri sipil (PNS).

"Saksi Indra Kartasasmita diperiksa untuk tersangka ARE (Anggiat Partunggal Nahot Simaremare)," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Jumat (4/1).


Selain Indra, penyidik KPK juga menanggil pihak swasta bernama Jemy. Namun, tak diketahui posisi Jemy selaku apa. Jemy juga diperiksa untuk Anggiat Partunggal selaku Kepala Satuan Kerja SPAM Strategis/Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) SPAM Lampung.

Belum diketahui pasti kaitan dua saksi tersebut dalam kasus dugaan suap proyek pembangunan air minum ini. Diduga baik Indra maupun Jemy mengetahui proyek SPAM yang dimenangkan PT Wijaya Kusuma Emindo (WKE) dan PT Tashida Sejahtera Perkara (TSP).

Dalam kasus ini KPK menetapkan delapan tersangka. Kedelapan tersangka itu yakni Direktur Utama PT WKE Budi Suharto, Direktur PT WKE Lily Sundarsih, Direktur PT TSP Irene Irma dan Yuliana Enganita Dibyo.

Kemudian dari unsur Kementerian PUPR, yakni Kepala Satuan Kerja SPAM Strategis/Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) SPAM Lampung Anggiat Partunggal Nahot Simaremare, PPK SPAM Katulampa Meina Woro Kustinah, Kepala Satuan Kerja SPAM Darurat Teuku Moch Nazar dan PPK SPAM Toba 1 Donny Sofyan Arifin.

KPK pun menyita Rp3,9 miliar, Sin$23.100 atau setara dengan Rp245.954.940 serta US$3.200 atau setara Rp46.544.000.

Saat melakukan penggeledahan di rumah sejumlah tersangka, tim penyidik lembaga antikorupsi menyita uang Rp1,2 miliar dengan rincian Rp200 juta tunai dan deposito Rp1 miliar.

Penyidik KPK juga baru selesai menggeledah kantor Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR dan rumah dua tersangka yakni Direktur PT TSP Irene Irma dan PPK SPAM Toba 1 Donny Sofyan Arifin.

(fra/osc)