KPK Cecar Staf Pribadi Menpora Imam Nahrawi soal Dana Hibah

CNN Indonesia | Kamis, 03/01/2019 18:19 WIB
Staf pribadi Menpora Imam Nahrawi, Miftahul diperiksa untuk Sekjen KONI Ending Fuad Hamidy, salah satu tersangka dalam kasus dugaan suap dana hibah Kemenpora. Staf pribadi Menpora Imam Nahrawi, Miftahul Ulum dicecar KPK soal dana hibah KONI. (CNN Indonesia/Abi Sarwanto)
Jakarta, CNN Indonesia -- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengorek pengetahuan Staf Pribadi Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi, Miftahul Ulum soal dana hibah Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) kepada Komite Nasional Indonesia (KONI). Alokasi dana hibah Kemenpora kepada KONI sebesar Rp17,9 miliar.

"Apa yang ia ketahui terkait dengan hibah di Kemenpora terhadap KONI," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah, di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (3/1).

Febri mengatakan Miftahul telah memenuhi panggilan penyidik KPK sekitar pukul 10.00 WIB. Miftahul diperiksa untuk Sekretaris Jenderal KONI Ending Fuad Hamidy, salah satu tersangka dalam kasus dugaan suap dana hibah tersebut.



Febri mengatakan penyidik KPK juga mencecar Miftahul tentang posisinya di lingkungan Kemenpora.

"Apa jabatan, tugas dan dan posisi di Kemenpora dan bagaimana hubungan pekerjaan dengan Menpora," ujarnya.

Selain Miftahul, penyidik KPK turut memanggil Staf Bagian Perencanaan KONI, Twisyono dan Suradi. Kedua saksi dari KONI tersebut juga telah memenuhi panggilan penyidik lembaga antirasuah.

"Untuk dua orang saksi dari KONI, penyidik mendalami pengetahuan para saksi tentang pengajuan proposal-proposal dari KONI kepada Kemenpora terkait dana wasping atlet," kata Febri.


Dalam kasus dugaan suap dana hibah Kemenpora kepada KONI, KPK menetapkan lima orang sebagai tersangka.

Dari pihak Kemenpora ada tiga orang yang jadi tersangka yakni Deputi IV Kemenpora Mulyana, Pejabat Pembuat Komitmen Kemenpora Adhi Purnomo, dan staf Kemenpora Eko Triyanto yang diduga berperan sebagai penerima suap dalam kasus ini.

Sementara dari KONI adalah Sekretaris Jenderal KONI Ending Fuad Hamidy dan Bendahara Umum Johnny E. Awuy. Mereka diduga berperan sebagai pemberi suap.

Adapun barang bukti yang berhasil diperoleh penyidik KPK berupa uang tunai Rp318 juta, buku tabungan berisi Rp100 juta atas nama Johnny E. Awuy, uang tunai dalam bungkusan plastik sebesar Rp7 miliar, dan satu unit mobil Chevrolet Captiva milik Eko Triyanto.

KPK menduga kedua belah pihak telah sepakat mengalokasikan fee sebesar Rp3,4 miliar bahkan sebelum proposal diajukan. Alokasi dana hibah dari Kemenpora kepada KONI sebesar Rp17,9 miliar tahun anggaran 2018.

(fra/DAL)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK