Cerita Bocah Lolos dari Timbunan Puing Bangunan Usai Tsunami

CNN Indonesia | Sabtu, 05/01/2019 12:07 WIB
Cerita Bocah Lolos dari Timbunan Puing Bangunan Usai Tsunami Ilustrasi suasana usai tsunami Selat Sunda. (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A)
Jakarta, CNN Indonesia -- Bencana alam tsunami Selat Sunda akibat erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) yang menerjang wilayah pesisir Banten dan Lampung Selatan pada akhir Desember 2018 lalu, menyisakan duka mendalam bagi para korban.

Tengok saja Revan Cio Putra Depati (8), warga Desa Kunjir, Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan, yang harus kehilangan sang ibu akibat bencana yang menerpa.

Revan menjadi saksi terjangan dahsyat tsunami Selat Sunda yang memporak-porandakan rumah dan merenggut nyawa sang ibu, Lenawati.


Kini, bocah malang yang masih duduk di bangku kelas 2 SD Negeri Kunjir ini harus menjalani hidup sebagai yatim piatu tanpa belaian kasih sayang dari kedua orang tuanya. Sang ayah, telah lebih dulu berpulang pada dua tahun lalu.

Saat berada di posko pengungsian di Desa Totoharjo, Kecamatan Bakauheni, Revan, dengan raut kesedihan dalam wajahnya, duduk bersama budenya diketahui bernama Syariah (52).

Syariah mendapat kabar meninggalnya sang adik, Lenawati, sehari pasca-tsunami. "Jenazah Lenawati ditemukan dan dievakuasi ke RSUD Bob Bazar Kalianda," ujarnya seraya menitikkan air mata, Jumat (4/1).

Sementara Revan ditemukan selamat tertimbun dalam puing-puing bangunan kurang lebih selama enam jam lamanya.

Jelang Subuh, kata Syariah, warga mendengar adanya rintihan dan melihat gerakan di antara puing-puing reruntuhan. Di sanalah Revan berada. Revan ditemukan dalam posisi kaki kiri terjepit oleh reruntuhan.

Nasib nahas bocah kecil itu menarik perhatian netizen. Kisahnya diunggah oleh seorang netizen bernama Yodistara Nugraha di akun Facebook-nya.

Video yang diunggah memperlihatkan saat Revan ditemukan oleh warga. Revan terlihat merintih meminta pertolongan. "Di sini Revannya," ujar Revan dalam video tersebut saat sejumlah warga berusaha menyelamatkannya.

Syariah bersyukur karena Revan hanya mengalami luka ringan. Tak ada lagi yang dipikirkannya selain keselamatan keponakannya yang satu ini.

"Saat ini kami akan mengurusnya (Revan). Mudah-mudahan saya bisa menggantikan peran ibunya," ujar Syariah berharap.

(zas/asr)