Kampanye Pakai Foto Rizieq, Caleg PDIP Digeruduk Oknum FPI

CNN Indonesia | Senin, 07/01/2019 19:54 WIB
Kampanye Pakai Foto Rizieq, Caleg PDIP Digeruduk Oknum FPI Ilustrasi poster Rizieq Shihab. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Calon anggota legislatif dari PDI Perjuangan daerah pemilihan (dapil) Kota Cilegon, Evi Silvi Yunatu Hayati membenarkan foto Imam Besar FPI Rizieq Shihab termuat pada baliho digital kampanye politiknya. Akibat foto itu pula Silvi mengaku didatangi sejumlah oknum yang mengaku anggota FPI.

Silvi mengatakan baliho itu dibuat oleh relawannya, Anton Daeng Harahap. Sedianya, baliho itu tidak untuk disebarluaskan ke publik.

Kata dia, baliho digital itu hanya diunggah Anton di laman Facebook relawan Silvi.


"Jadi ini konteksnya relawan saya membuatkan gambar yang bakal dicetak buat baliho," ujar Silvi kepada CNNIndonesia.com, Senin (7/1).

Silvi mengaku pemasangan foto Rizieq bukan inisiatifnya. Foto Rizieq itu disebut dipasang oleh Anton karena menilai dirinya mengidolakan Rizieq.

Penilaian itu keluar karena Anton mengetahui dirinya menjadi bagian dari massa aksi 212 dan menggunakan serban sebagai kerudung.

Dikatakan Silvi bahwa inisiatif memasang foto Rizieq juga lantaran sikap politik Anton. Menurut Silvi, Anton tidak sepakat dengan sejumlah pihak yang mendiskreditkan PDIP sebagai partai penista agama.

"Walaupun ada di PDIP, tapi (menurut Anton) Bu Silvi itu adalah pejuang 212. Dan Anton itu tahu bagaimana Bu Silvi istilahnya mengidolakan Habib Rizieq dan juga teman-temannya alumni 212, semua banyak tidak ada masalah," ujarnya.

Silvi tak menyangka baliho digital itu mendapat perhatian luas. Ia juga menyesalkan pihak yang menduplikasi baliho digital tersebut tanpa izin hingga akhirnya tersebar luas.

Foto: Dok. Istimewa
Ia menilai tindakan dupilkasi dan penyebarluasan gambar tersebut merupakan tindakan hukum.

"Yang capture dan menyebarkan itu yang harus diproses hukum. Buat apa menyebar-nyebarkan, kita tidak menyebarkan kok. Karena itu untuk internal kami, tidak untuk disebarkan," ujar Silvi.

Digeruduk FPI

Silvi mengaku dirinya dan Anton digeruduk sejumlah oknum mengaku dari FPI karena memasang foto Rizieq di alat peraga kampanye digital. Silvi menyebut dirinya dituding menghina ulama.

Para oknum FPI itu menuntut dirinya menghapus gambar Rizieq yang terpasang di baliho digital miliknya. Bahkan, Silvi mengatakan para oknum FPI itu juga mencaci maki, mengancam memidanakan, dan mencari kediamannya. 

"Jadi gini foto itu mereka minta hapus saat itu, saya sudah hapus itu. Saya itu diancam dibunuh kalau foto itu tidak dihapus. Jadi saya hapus saat ini," ujar Silvi.

"Saya ini salahnya apa sih akan dipidanakan, akan dipenjara, cari rumahnya, segala macam, ya apa gitu," katanya menambahkan.

Meski sempat mendapat intimidasi, Silvi mengaku permasalahan dengan oknum FPI itu telah selesai setelah dirinya mengundang diskusi seraya makan bersama mereka

CNNIndonesia.com menghubungi juru bicara FPI Slamet Maarif untuk mencari tahu kebenaran cerita Silvi, namun yang bersangkutan tidak mengangkat telepon. (jps/wis)