Tim Jokowi Klaim Unggul 5-0 dari Kubu Prabowo

CNN Indonesia | Selasa, 08/01/2019 14:23 WIB
Tim Jokowi Klaim Unggul 5-0 dari Kubu Prabowo Sekretaris TKN Jokowi-Ma'ruf, Hasto Kristiyanto menuturkan upaya delegitimasi penyelenggara pemilu oleh kubu Prabowo-Sandi dilakukan lewat berbagai hoaks. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin menilai kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menggunakan upaya sistematis untuk mendelegitimasi penyelenggara pemilu.

Sekretaris TKN Hasto Kristiyanto mengatakan tindakan tersebut harus dihentikan karena penyelenggara pemilu merupakan lembaga independen.

"Tim Kampanye Jokowi-Ma'ruf menyesalkan ketika ada upaya sistematis untuk men-down grade, mendelegitimasi terhadap penyelenggara pemilu yang seharusnya kita beri ruang," ujar Hasto di Rumah Cemara, Jakarta, Selasa (8/1).



Hasto menuturkan upaya delegitimasi penyelenggara pemilu oleh kubu Prabowo-Sandi dilakukan lewat berbagai hoaks. Tindakan itu, kata dia, bertentangan dengan semangat reformasi yang muncul sebagai respons atas pemerintahan yang sangat otoriter.

Lebih lanjut, Hasto berkata reformasi telah melahirkan sistem politik yang menempatkan rakyat sebagai hakim tertinggi untuk menentukan pemimpin. Penataan sistem politik itu, kata dia, dibuat dalam rangka melahirkan pemimpin melalui cara demokratis.

Lewat reformasi, lanjut Hasto, lahirlah KPU, Bawaslu, hingga DKPP sebagai lembaga pengawas yang independen dan tetap.

"Karena itu Tim Kampanye Jokowi-Maruf menanggapi sangat serius terhadap upaya mendelegitimasi penyelenggara pemilu ini dan ini tidak bisa dibiarkan. Kalau kita kembali kepada pemilu ketika pemerintahan yang otoriter berkuasa, pemilu hanya jadi mekanisme rutin stempel kekuasaan dan melanggengkan kekuasaan," ujarnya.


Terkait dengan hal itu, Hasto mengajak kubu Prabowo-Sandiaga untuk berdemokrasi dengan benar dan bekerja sama untuk meningkatkan kualitas demokrasi. Sebab, ia mencatat Prabowo-Sandiaga sempat menggunakan hoaks hingga isu agama untuk mencari dukungan yang sejatinya justru merugikan pihaknya sendiri.

Beberapa contoh hoaks dan isu agama kubu Prabowo-Sandiaga, kata Hasto, yakni dalam kasus Ratna Sarumpaet, mekanisme debat, pembangunan tol dengan hutang, tujuh kontainer berisi surat suara tercoblos, hingga selang cuci darah di RSCM.

"Jadi ini kan rakyat juga melihat bahwa hal-hal yang sifatnya hoaks dan menyerang tanpa data akhirnya kan memukul balik," ujarnya.

Lebih dari itu, ia menilai sejumlah hoaks dan isu agama itu membuat kubu Jokowi-Ma'ruf unggul 5-0 dari kubu Prabowo-Sandiaga di Pilpres 2019.

"5-0 itu yang terhitung, yang tidak terhitung masih ada," ujar Hasto.

(jps/pmg)