Pilpres 2019, Kubu Prabowo Merasa Banyak Difitnah

CNN Indonesia | Selasa, 08/01/2019 22:25 WIB
Juru Debat Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Sodik Mudjahid mengklaim menjelang Pilpres 2019, kubunya banyak difitnah. Ilustrasi. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Juru Debat Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Sodik Mudjahid mengklaim menjelang pelaksanaan Pemilihan Presiden 2019, kubunya  banyak dipermainkan dan difitnah.

"Kalau bicara ancam mengancam, main-main ya kami yang paling banyak dikerjain tapi kami difitnah. Padahal hoaks dari sana produser yang paling banyak," kata Sodik di Kompleks Parlemen, Selasa (8/1).

Hal ini disampaikan menyikapi pernyataan Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional Joko Widodo-Maruf Amin, Moeldoko kemarin. Moeldoko meminta semua pihak tidak bermain-main jelang Pemilu 2019.


Hal ini disampaikan sebab banyak hal terjadi belakangan mulai tercecernya e-KTP di beberapa wilayah, e-KTP ganda serta penyebaran kabar tujuh kontainer berisi surat suara tercoblos bagi pasangan nomor urut 01, Jokowi-Maruf.


Moeldoko menduga hal itu terjadi guna mendelegitimasi pemerintah, calon petahana, serta Komisi Pemilihan Umum (KPU) jelang Pemilu. Namun, Sodik kembali menegaskan jajaran Prabowo-Sandi yang kerap dimainkan. Moeldoko, kata Sodik, seharusnya meredakan situasi dan tidak mengancam.

"Sekali lagi level begitu jangan ancam mengancam biar kita harus meredakan. Kalau bicara pemainan kami yang paling banyak dimainkan. Bukan oleh relawan tapi oleh aparat," ujar Politikus Partai Gerindra ini.

Menurutnya, pemerintah dan KPU tinggal memaparkan fakta dan data yang ada ketika menerima tudingan. Pemerintah dan KPU disarankan tak menutup pintu terhadap kritik.

"Kalau memang mereka punya fakta punya bukti dan kami tentu tidak sembarangan itu adalah hak semua rakyat membuat pandangan, penilaian dan kritiknya terhadap pemerintah dan KPU," ucapnya.

(chri/agt)