Polisi: Tukang Bubur Didatangi OTK Tanya Rumah Agus Rahardjo

CNN Indonesia | Kamis, 10/01/2019 14:59 WIB
Polisi: Tukang Bubur Didatangi OTK Tanya Rumah Agus Rahardjo Suasana di depan rumah Ketua KPK Agus Rahardjo. (CNN Indonesia/Bimo Wiwoho)
Jakarta, CNN Indonesia -- Polisi sudah memeriksa saksi untuk menggali kasus teror di rumah Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo. Kabid Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Argo Yuwono mengatakan satu dari saksi yang polisi periksa ialah tukang bubur.

Argo menerangkan berdasarkan pengakuan tukang bubur yang biasa berjualan di dekat rumah Agus, orang tak dikenal itu bertanya kepadanya perihal kediaman pribadi Ketua KPK tersebut.

"Saksi penjual bubur di sana yang kita tanya memang dia melihat ada orang datang ke tempat penjual bubur itu dia menanyakan rumah pak RT dan rumah ketua KPK," jelas Argo di Polda Metro Jaya, Kamis (10/1).



Namun Argo belum menjelaskan lebih lanjut terkait waktu dan detail pembicaraan antara OTK dengan penjual bubur tersebut. Dia hanya menyebutkan polisi masih melakukan pemeriksaan ke sejumlah saksi lain.

Setidaknya hingga hari ini sudah ada enam saksi yang diperiksa polisi atas teror bom palsu yang diletakkan di depan rumah Agus. Saksi itu merupakan pihak yang melihat langsung sosok benda tas di rumah Agus.

"Saksi itu yang melihat ada barang berupa tas yang dicantolkan di pagar," terang Argo.

Sebelumnya, kemarin rumah Agus yang berada di kawasan Jatiasih, Kota Bekasi mendapatkan teror diduga bom. Setelah diperiksa polisi, ternyata benda di rumah Agus bukanlah sebuah alat peledak alias bom palsu.

Polisi hingga kini masih berupaya mengejar pelaku. Pemeriksaan saksi hingga pemeriksaan barang bukti juga sudah dilakukan tim gabungan dari Mabes Polri dan Polda Metro Jaya.

"Ini semuanya sedang kita lakukan penyelidikan. Kita tunggu kerja tim yang sudah dibentuk, kita tunggu saja seperti apa hasilnya," ujar Argo.

Tak hanya rumah Agus, kediaman Wakil Ketua KPK Laode M Syarif pun mendapatkan teror bom. Berbeda dengan rumah agus, tempat Laode justru mendapatkan teror bom sebenarnya. Ada dua bom molotov yang dilemparkan ke rumah Laode yang berada di kawasan Kalibata Selatan, Jakarta Selatan. Satu bom meledak dan membakar sebagian kecil dinding rumah Laode, dan satu lagi tak meledak.


Serupa di tempat Agus, di kediaman Laode pun sempat ada orang tak dikenal yang bertanya pada tetangganya perihal rumah yang ditempatinya tersebut.

Tetangga Laode, Arum yang sehari-hari berjualan barang kelontong, mengaku sosok pria dengan ciri-ciri kulit putih dan berpostur tegap sempat menanyakan kediaman petinggi KPK itu sekitar sebulan yang lalu.

Ia mengatakan sosok yang bertanya pada dirinya memiliki ciri-ciri berkulit putih, namun wajahnya terlihat tak begitu jelas. Saat itu, kata Arum, pria tersebut menggunakan topi.

"Tidak saya kasih tahu. Waktu ditanya, saya hanya bilang, 'iya rumahnya orang KPK'. Tapi kalau namanya, saya bilang ke dia kurang tahu siapa," kata Arum.

Arum menjelaskan pada saat yang bersamaan ajudan Laode datang ke tokonya.

"Dia (pria itu) langsung kabur saat pengawalnya bapak (Laode) datang (ke warung) beli rokok," kata Arum.

Ia pun langsung menjelaskan ke ajudan Laode, ada seorang pria yang menanyakan rumah wakil ketua KPK itu. Sehari setelahnya, Arum mengaku dirinya didatangi polisi yang menanyakan ciri-ciri dari pria tersebut.

Selain rumah Laode, teror bom pun terjadi di rumah Ketua KPK Agus Rahardjo yang berada di kawasan Jatiasih, Kota Bekasi pada malam yang sama. Namun, setelah diperiksa polisi benda mencurigakan itu ternyata hanya teror bom palsu.

(ctr/kid)