Eks Penasihat KPK Cium Keanehan Teror Cuma ke Dua Pimpinan

CNN Indonesia | Kamis, 10/01/2019 08:58 WIB
Eks Penasihat KPK Cium Keanehan Teror Cuma ke Dua Pimpinan Mantan Penasihat KPK, Abdullah Hehamahua ungkap keanehan tentang teror dua pimpinan KPK. (Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Mantan Penasihat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Abdullah Hehamahua mengaku heran atas aksi teror yang hanya ditujukan kepada dua pimpinan KPK, yakni Agus Rahardjo dan Laode M Syarif. Abdullah juga menyinggung soal teror yang terjadi tak lama setelah KPK melakukan sejumlah operasi tangkap tangan (OTT) di berbagai tempat.

"Anehnya bagi saya, kok teror dilakukan hanya ke dua [Agus Rahardjo dan Laode M Syarif] orang ini," kata Abdullah melalui pesan singkat yang diterima CNNIndonesia.com, Rabu (9/1).

Abdullah coba menjelaskan tentang tiga kekuatan koruptor yakni: uang, 'geng' dan senjata. Menurut dia, jika koruptor yang belum diungkap KPK merasa terganggu, mereka dapat menggunakan salah satu atau ketiga kekuatan tersebut untuk menyerang KPK.



Abdullah kemudian mengaitkannya dengan sejumlah pejabat yang diciduk KPK dalam berbagai kesempatan. "Apalagi pejabat-pejabat yang ditangkap KPK belakangan ini berasal dari kubu yang punya tiga kekuatan di atas," kata dia.

"Kan beberapa kepala daerah yang terkena OTT belakangan ini berasal dari kubu petahana," kata Abdullah menegaskan.

Lebih lanjut, Abdullah menyarankan kepada seluruh jajaran di tubuh KPK untuk tidak gentar terhadap aksi teror yang terjadi pada Rabu (9/1). Ia mendorong KPK untuk terus mengungkap kasus korupsi sesuai dengan SOP yang berlaku.


"Dan kalau ditakdirkan meninggal karena menangkap presiden, menteri, pejabat tinggi atau salah 'seorang naga', itulah kehormatan besar yang diberikan Allah kepada kawan-kawan karena meninggal sebagai seorang syuhada," tutur Abdullah.

Kediaman dua pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo dan Laode M Syarif mendapatkan teror dari orang tak dikenal pada Rabu (9/1).

Ditemukan sebuah bom pipa palsu di rumah Ketua KPK Agus Rahardjo di kawasan Perumahan Graha Indah, Bekasi. Sedangkan di kediaman Wakil Ketua KPK Laode M Syarif, ditemukan botol berisi spiritus dan sumbu api.


Menurut keterangan saksi Suwarni (59), pukul 01.00 dini hari terdengar suara ledakan di rumah Laode yang disebabkan oleh botol tersebut. Akibatnya, dinding rumah Laode menyisakan bekas hitam pekat namun tak ada korban jiwa dari kejadian itu. (din/ain)