Berdasarkan kronologi kejadian yang diterima CNNIndonesia.com dan telah dikonfirmasi Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Jawa Tengah Komisaris Besar Agus Triatmaja, kericuhan bermula pada pukul 10.00 WIB.
"Ya benar," kata Agus saat dikonfirmasi, Kamis (10/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat itu, sekitar 20 orang anggota LUIS tiba di Rutan Kelas IA Surakarta untuk membesuk rekannya yang ditahan. Anggota LUIS itu pun dibagi menjadi empat kelompok, masing-masing kelompok berisi lima orang.
Setelah dua kelompok membesuk rekannya, suara yang meneriakkan kata takbir terdengar sekitar pukul 10.55 WIB.
Teriakan balasan itu memantik emosi anggota LUIS yang langsung mendatangi narapidana di Blok C1. Aksi lempar-lemparan batu antara anggota LUIS dan narapidana pun tak terhindarkan setelah itu.
Melihat kericuhan terjadi, pihak keamanan rutan langsung menyuruh anggota LUIS keluar dari lokasi. Pihak keamanan kemudian memindahkan tahanan yang berasal dari kelompok LUIS ke ruang Kepala Satuan Pengamanan Rutan Kelas 1A Surakarta.
Sekitar 100 personel Polresta Surakarta pun langsung diterjunkan dan tiba di lokasi pada pukul 11.00 WIB. Personel kepolisian itu langsung mengambil tindakan untuk menetralisir keadaan.
Beberapa jam setelah Wakapolresta Surakarta Ajun Komisaris Besar Andi Rifai didampingi Danramil 05/Pasar Kliwon Kapten Kurdi tiba di Rutan Klas I Surakarta pada pukul 11.35 WIB dan meninjau Blok B, narapida Iwan Walet dipindahkan ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Sragen.
Beberapa selanjutnyq, sebanyak lima narapidana yakni Isan alias Abdullah Ihsan, Rahmad Sardiansyah, Komari alias Komar, Harnang Tedy T, dan Geri Angger Raharjo dipindahkan ke Lapas Kedung Pane Semarang.