Salah satunya di wilayah Tambora, Jakarta. Dengan begitu, kementerian khusus bencana nanti tidak hanya mengantisipasi bencana alam saja. Sebelumnya, Prabowo Subianto mengaku ingin membentuk kementerian khusus yang menangani bencana.
"Kami lagi mendorong adanya kementerian bencana. Jadi, salah satu bencana yang kita hadapi di daerah urban seperti ini adalah kebakaran," tutur Sandi usai berkunjung ke permukiman padat wilayah Tambora, Jakarta, Kamis (10/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sandi mengatakan bahwa kebakaran di permukiman padat biasanya disebabkan oleh kabel-kabel listrik yang tak tertata rapi. Apabila terjadi korsleting listrik, maka kebakaran akan mudah meluas.
"Bagaimana kebiasaan-kebiasaan untuk lebih disiplin menjaga perabotannya dan menjaga potensi dan mendeteksi dini bahaya bencana yang ada di sini," kata Sandi.
"Ini bukan hanya tugas pemerintah, tetapi juga masyarakat. Berkolaborasi," lanjutnya.
Sebelumnya, Calon Presiden Prabowo Subianto mengaku tengah memikirkan untuk membentuk kementerian khusus bencana jika terpilih pada Pilpres 2019. Dia mengutarakan itu saat mengunjungi lokasi pengungsian korban gempa serta tsunami Palu dan Donggala, Rabu (9/1).
"Kami sedang berpikir ke arah situ, karena banyak negara yang punya badan khusus seperti itu. Saya kira kita sedang berpikir seperti itu, karena kawasan kita seperti ini. Jadi kita harus siap," kata Prabowo melalui keterangan tertulis.
Prabowo menilai Indonesia harus meningkatkan sarana dan sumber daya untuk menghadapi bencana. Baik pencegahan maupun penanggulangan mesti dilakukan dengan optimal dan itu membutuhkan sumber daya yang besar.
"Kita tinggal di suatu kawasan yang harus siap menghadapi bencana. Karena itu, tentunya kita harus berpikir jauh ke depan," sebut Prabowo.