Andi Arief Kritik Kehadiran Budi Gunawan di Acara HUT PDIP

CNN Indonesia | Jumat, 11/01/2019 13:07 WIB
Andi Arief Kritik Kehadiran Budi Gunawan di Acara HUT PDIP Kepala Badan Intelijen Negara BIN Budi Gunawan mencium tangan Presiden RI ke5 Megawati Soekarno Putri usai pelantikan di Istana Negara, Jakarta, Jumat, 9 September 2016. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil sekjen Partai Demokrat Andi Arief mengkritik sikap Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Budi Gunawan yang datang ke acara HUT PDIP ke-46 kemarin. Tak cuma datang, Budi Gunawan juga menyempatkan diri berfoto bersama Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri serta kader-kader PDIP lainnya.

Melalui akun media sosialnya, Andi menampilkan foto Budi Gunawan bersama petinggi PDIP tersebut.

"Ini sudah yang kesekian kalinya. Netralitas BIN sangat dipertanyakan," tutur Andi melalui pesan singkat, Jumat (11/1).


Dalam foto, nampak Budi Gunawan sedang berfoto bersama Megawati, Presiden Joko Widodo, Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, dan Anggota Komisi III DPR Masinton Pasaribu. BG, sapaan Budi Gunawan nampak berada di belakang Megawati.

Semua kader mengenakan pakaian warna merah. BG sendiri memakai kemeja batik kombinasi warna hitam dan merah.



Andi menyayangkan sikap yang ditunjukkan BG. Terutama ketika memutuskan datang ke acara HUT PDIP ke-46. Padahal, lanjut Andi, BG tidak pernah datang acara partai lainnya.

"KaBIN hanya datang pada acara PDIP saja selama ini. Kedatangannya mengidentikkan dirinya dengan PDIP," tutur Andi.

Andi menyatakan bahwa BG harus memberikan penjelasan yang rinci mengapa dirinya datang ke acara HUT PDIP. Tentu netralitas dirinya dan BIN dalam Pemilu 2019.


Andi mengklaim sejumlah pengamat asing dan lembaga pemantau demokrasi internasional sudah menyoroti gelagat BIN. Namun, dia tidak merinci siapa saja yang menyoroti BIN.

"KaBIN harus jelaskan langsung soal netralitasnya. Sebaiknya KaBIN menjaga iklim fairness dalam pemilu ini," ujar Andi.

Sementara itu Juru Bicara BIN Wawan Purwanto mengamini bahwa BG memang hadir dalam acara HUT PDIP ke 46. Menurutnya, BG wajib hadir lantaran diundang oleh PDIP.

"Mendatangi undangan adalah wajib, kecuali berhalangan maka bisa diwakilkan," tutur Wawan saat dikonfirmasi.


Wawan menegaskan bahwa tidak hanya BG yang hadir. Dalam acara tersebut, ada pula petinggi lembaga negara lainya yang turut datang. Karenanya, dia menampik BG menunjukkan sikap tidak netral hanya karena datang ke acara HUT PDIP. Dia menganggap berfoto bersama kader partai juga hal yang biasa.

"Kalau foto bersama atau selfie-selfie, biasa terjadi saat kunjungan. BIN tetap netral," kata Wawan.

Soal tudingan Andi bahwa BG hanya datang ke acara PDIP dan tidak pernah menghadiri acara partai politik lainnya,  Wawan tidak menjawab tegas.

"Biasanya kalau tidak bisa hadir, ada yang diperintahkan untuk mewakili," kata Wawan.

(bmw/DAL)