Tutup HUT PDIP, Megawati Ingatkan soal Cincin Api Pasifik

CNN Indonesia | Jumat, 11/01/2019 14:59 WIB
Tutup HUT PDIP, Megawati Ingatkan soal Cincin Api Pasifik Ketua PDIP Megawati Soekarnoputri. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri meminta seluruh daerah untuk mulai merencanakan sistem peringatan dini bencana. Hal itu penting karena Indonesia berada di dalam ring of fire atau cincin api pasifik.

"Semuanya mesti bergerak untuk segera melakukan sebuah, tentu nanti ada ketentuannya bagaimana cara-cara untuk menyelamatkan warga yang daerahnya mengalami bencana," ujar Megawati dalam pidato penutup HUT dan Rakornas PDIP di JIExpo, Jakarta, Jumat (11/1).

Megawati mengatakan penyelamatan masyarakat seharusnya bukan dilakukan setelah terjadi bencana. Ia berkata penyelamatan sejatinya dilakukan ketika sistem peringatan dini bencana bekerja.


Ia menyebut untuk mewujudkan sistem itu memang perlu tahapan. Oleh karena itu, ia berkata para kepala daerah diharapkan bekerjasama dengan Badan Geologi serta Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk mengetahui kawasan yang berpotensi mengalami bencana.

Ia mencontohkan Jawa Tengah sebagai kawasan rawan bencana, salah satunya gempa. Sebab, ia menyebut sejumlah kawasan Jateng memiliki sesar.

"Monggo nanti diamati dengan baik, dilihat titik-titik merahnya yang berbahaya dan harus bagaimana upaya untuk mengurangi korban yang ada," ujarnya.

Perayaan HUT ke-46 PDIP digelar sejak kemarin. Perayaan itu dihadiri sejumlah tokoh nasional dan pejabat negara, termasuk Presiden dan Wakil Presiden Joko Widodo-Jusuf Kalla.

Pada hari pertama itu Megawati menegaskan partainya harus kembali memenangkan Pemilihan legislatif (pileg) 2019. Ia meminta kemenangan PDIP diraih dengan cara yang diatur oleh konstitusi.

"Sebagai Ketua Umum partai saya tegaskan PDI Perjuangan harus kembali menang dengan tetap menggunakan cara-cara konstitusional," ujar Megawati.

"Apakah kalian siap?," tanya Mega.

"Siap," jawab seluruh kader PDIP di lokasi. (jps/wis)