Gunung Ibu di Halmahera Utara Meletus, Penduduk Masih Aman

CNN Indonesia | Sabtu, 12/01/2019 18:16 WIB
Gunung Ibu di Halmahera Utara Meletus, Penduduk Masih Aman Letusan Gunung Ibu di Halmahera Utara, Maluku utara. (dok. BNPB)
Jakarta, CNN Indonesia -- Gunung Ibu di Halmahera Barat, Maluku Utara meletus hari ini, Sabtu (12/1). Erupsi melontarkan abu vulkanik ke udara setinggi 800 meter dari puncak kawah.

Berdasarkan Pos Pengamatan Gunung Ibu Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi, letusan Gunung Ibu terjadi pada pukul 17.12 WIT. Abu vulkanik itu tertiup angin dan mengarah ke selatan.

"Status tetap Waspada (level 2). Rekomendasi masyarakat dan pendaki tidak boleh melakukan aktivitas di dalam radius 2 kilometer," tulis Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho melalui keterangan tertulis.
Sutopo menyatakan perluasan sektoral berjarak 3,5 kilometer ke arah bukaan kawah aktif Gunung Ibudi bagian utara.


Sutopo meminta masyarakat tetap tenanga dan belum perlu mengungsi karena berada di luar zona berbahaya. Sebab menurut dia warga setempat sudah awas dan memaklumi karena hampir setiap hari terjadi letusan Gunung Ibu.

"Sejak tiga bulan terakhir Gunung Ibu hampir setiap hari meletus. Bahkan pada 10 Januari, Gunung Ibu meletus 80 kali kejadian, guguran 18 kali kejadian dan hembusan 64 kali kejadian," lanjut Sutopo.

Meski demikian, Sutopo tetap meminta warga waspada karena letusan bisa terjadi setiap saat. Dia mengimbau supaya masyarakat tetap berada di zona aman.
Di sisi lain, Sutopo menyampaikan frekuensi letusan Gunung Anak Krakatau terus menurun. Pada hari ini antara pukul 06.00 WIB sampai 12.00 WIB, terjadi 4 kali letusan.

"Asap kawah teramati berwarna putih dengan intensitas tebal dan tinggi 50-100 meter dari puncak kawah," tulis Sutopo. (ayp)