Iwan Bule Sudah Kabari Novel, Ombudsman Nilai Polri Lengah

CNN Indonesia | Rabu, 16/01/2019 17:01 WIB
Iwan Bule Sudah Kabari Novel, Ombudsman Nilai Polri Lengah Anggota Ombudsman RI Adrianus Meliala pun meminta Novel memberikan keterangan lebih lengkap ke polisi soal kejanggalan dan informasi yang ia terima sebelum teror air keras. (CNN Indonesia/Bimo Wiwoho)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ombudsman Republik Indonesia (ORI) menilai instansi kepolisian lengah memberikan perlindungan terhadap warga negara, dalam hal ini penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan.

Padahal sebelum terjadi teror penyiraman air keras, Kapolda Metro Jaya kala itu M Iriawan alias Iwan Bule diduga telah menyampaikan kepada Novel soal informasi intelijen terkait penyidik KPK tersebut.

"Saya setuju kalau Polri lengah dan seterusnya, tapi itu sudah ada niat baik dari Polda untuk memberitahu bahwa Anda (Novel) itu (sedang diawasi), bukan kemudian malah dituding balik, itu yang kemudian jadi semacam berbeda," ujar Anggota Ombudsman RI Adrianus Meliala di Gedung Ombudsman, Jakarta Selatan, Rabu (16/1).



Adrianus mengatakan dari informasi yang didapatkannya, Novel menyebutkan pernyataan Iwan Bule itu saat menjalani berita acara pemeriksaan di Singapura. Kepada penyidik, Novel mengatakan bahwa perwira polisi yang kini berpangkat komisaris jenderal itu sempat menyebut dirinya tengah diawasi beberapa orang.

Pernyataan Iwan Bule itu diketahui atas hasil kerja intel Polri. Saat itu juga Iwan menanyakan kepada Novel apakah mau diberikan penjagaan atau tidak.

"Jadi begini pada waktu Pak Novel dimintai keterangan di awal di Singapura, itu Pak Iwan yang menginformasikan bahwa 'Pak Novel, Anda itu diawasi oleh beberapa orang, itu hasil kerja intel polri. Maka kalau Pak Novel mau diadakan penjagaan maka bisa dibantu'. Itu pernyataan Pak Novel tentang Pak Iwan," tutur Adrianus.

Disebut Tahu Novel Akan Diserang, Eks Kapolda Metro Diperiksa

Meski demikian, kata Adrianus, informasi berbeda justru didapat dari Iwan Bule saat dimintai keterangan polisi terkait pernyataannya kepada Novel tersebut.

"Nah, namun demikian ketika Polri mewawancarai Pak Iwan dan Pak Rusdi ternyata diperoleh keterangan yang berbeda. Menurut Pak Iwan, Pak Novel mengatakan itu informasi dari saya, ini beda. Dari awalnya Pak Iwanlah yang (bilang) Pak Novel hati-hati tapi kemudian ternyata berbeda," ucap Adrianus.

Adrianus pun kemudian meminta supaya polisi kembali mengklarifikasi keterangan dari Novel dan Iwan Bule untuk mengetahui kebenarannya. Ia mengkhawatirkan keterangan yang disampaikan Novel saat itu tidak akurat karena sedang sakit dan menjalani perawatan. Namun hingga kini proses klarifikasi tersebut belum juga dilakukan.

"Kami meminta agar diklarifikasi deh mana yang benar, siapa tahu karena lagi sakit ada saja kemungkinan tidak akurat," ucapnya.

Iwan Bule Sudah Kabari Novel, Ombudsman Nilai Polri Lengah


Hal-hal yang Perlu Diklarifikasi Polisi

Setidaknya, kata Adrianus, terdapat beberapa hal yang perlu meminta klarifikasi kembali kepada Novel selain soal informasi Iwan Bule. Keterangan itu berkaitan dengan jenderal yang diduga terlibat dan insiden tabrakan yang pernah dialaminya.

Saat pemeriksaan pertama kali oleh polisi, Adrianus mengatakan tiga hal tersebut tidak berkaitan. Namun, Novel justru mengatakan hal berbeda di media. Atas dasar itu, Adrianus menilai perlu dilakukan pemberkasan baru untuk Novel.

"Harus klarifikasi lagi tentang berbagai hal yang simpang siur di media terutama tadi adanya jenderal tadi, adanya orang-orang yang mengawasi dia, adanya beberapa kejadian dia ditabrak dan lainnya. Itu diklarifikasi lagi benar enggak. Pada pemeriksaan pertama, dia mengatakan itu tidak ada hubungannya, tapi bukankah di media dia mengatakan itu ada hubungannya, maka yang benar yang mana. Makanya kemudian perlu ada pemberkasan baru," ujar Adrianus yang juga dikenal sebagai kriminolog dari Universitas Indonesia tersebut.

Adrianus pun meminta supaya Novel mau menuangkan keterangan dan informasinya itu ke dalam BAP bukan hanya bicara di media. Menurut dia, BAP akan berguna sebagai pegangan polisi untuk mengusut tuntas kasus tersebut.

(gst/kid)