Timses Sebut Jokowi Siap Hadapi Serangan Prabowo dalam Debat

CNN Indonesia | Kamis, 17/01/2019 01:07 WIB
Timses Sebut Jokowi Siap Hadapi Serangan Prabowo dalam Debat Jubir TKN Joko Widodo-Maruf Amin, Abdul Kadir Karding, mengatakan capres-cawapres itu siap menerima serangan dari Prabowo Subianto dalam debat. (CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) pasangan Joko Widodo-Maruf Amin, Abdul Kadir Karding, mengatakan bahwa capres-cawapres itu sudah siap menerima serangan dari paslon nomor 02, Prabowo Subianto, dalam debat Pilpres 2019 yang akan digelar Kamis (17/1).

"Ya harus siap diserang," kata Karding saat ditemui di Djakarta Teather, Jakarta, Rabu (16/1).

Politikus PKB itu menyatakan potensi 'serangan' dari pasangan Prabowo-Sandiaga adalah mengenai kelanjutkan penanganan kasus penyiraman air keras yang menimpa penyidik KPK Novel Baswedan.
Ia menyatakan Jokowi maupun Maruf telah dibekali jawaban bahwa Jokowi sebagai presiden telah berkomitmen dan berupaya untuk menuntaskan kasus tersebut.


Salah satunya, kata dia, Jokowi telah memanggil pihak kepolisian berulang kali dan memperhatikan kondisi keadaan Novel sebaik mungkin.

"Cuma problemnya membuktikan secara hukum oleh lembaga polisi itu kan tak mudah. Pak Jokowi perhatian beliau terhadap Novel itu luar biasa, bukan hanya dari sisi hukum, beliau memperhatikan detail sampai kesehatan," kata dia.
Lebih lanjut, Karding mengatakan pasangan Jokowi-Maruf berlatih dari kisi-kisi pertanyaan yang telah diberikan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) guna menghindari serangan tersebut.

Ia menyatakan Jokowi dan Maruf sendiri telah mengatur manajemen waktu dengan baik agar tak saling mendominasi satu sama lain.

Pengacara Yusril Ihza Mahendra juga menyatakan Jokowi-Maruf sudah mantap menjawab pertanyaan dalam debat pada Kamis ini.

"Kalau besok terjadi pertanyaan-pertanyaan yang ditujukan kepada Pak Jokowi dan Pak Maruf Amin sebagai paslon ya InsyaAllah beliau-beliau mantap menjawab," ujar Yusril.

Yusril mengatakan Jokowi-Maruf telah melalui proses pemantapan dan pembahasan materi debat capres, yakni terkait materi hukum, HAM, korupsi, dan terorisme. 
Lebih lanjut, Yusril mengklaim kapasitasnya dalam simulasi debat yang dilakukan Jokowi-Ma'ruf bukan sebagai Ketum Partai Bulan Bintang, tapi anggota tim pakar karena profesinya sebagai pengacara.

"Karena (materi debat capres) menyangkut hukum ya tentu saya dilibatkan, dimintai masukan, dan pendapat terhadap isu-isu yang berkembang, HAM, terorisme, dan korupsi," ujarnya.

Terkait dengan isu yang berkembang, Yusril membeberkan lebih mengarah pada keadilan dan kepastian hukum. Ia melihat kedua hal itu sudah dilakukan oleh Jokowi selama empat tahun menjabat.

Sebelumnya, Jokowi sendiri juga mengaku sudah mantap menghadapi debat perdana ini dengan mengatakan, "Namanya pemantapan ya mantap lah. Mantul." (panji,rzr/has)