Respons Prabowo, Menhan Klaim TNI Bisa Perang 1.000 Tahun

CNN Indonesia | Rabu, 16/01/2019 21:36 WIB
Respons Prabowo, Menhan Klaim TNI Bisa Perang 1.000 Tahun Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu mengklarifikasi pernyataannya bahwa militer Indonesia hanya mampu berperang selama tiga hari. Pernyataan itu dikutip oleh calon presiden Prabowo Subianto dalam pidato kebangsaan di JCC, Jakarta, Senin (14/1).

Ryamizard menegaskan pernyataan itu ia katakan 10 atau 12 tahun lalu, saat terjadi krisis minyak. Sekarang, kata Ryamizard, militer Indonesia sanggup berperang dalam jangka waktu panjang.

"Saya bilang 3 hari itu waktu 10-12 tahun lalu, saat ada krisis minyak. Kalau kita untuk perang, bisa 1.000 tahun eksis kok," ujar Ryamizard di kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta, Rabu (16/1).


Saat itu, Ryamizard berkata, Indonesia hanya mampu bertahan selama tiga hari saat perang berdasarkan pernyataan dari para ahli perminyakan. Dalam kondisi kelangkaan minyak, kata Ryamizard, peristiwa perang akan langsung menghabiskan cadangan minyak Indonesia. 

"Saya dengarkan orang-orang yang ahli minyak bicara begini, saya sampaikan kesimpulannya begitu," kata dia.

Ryamizard mengatakan kondisi saat ini cadangan minyak tak akan habis begitu saja oleh perang. Ryamizard berkata militer Indonesia juga bisa berperang dalam waktu panjang karena didukung oleh strategi Perang Rakyat Semesta.

"Jadi semua sumber daya alam semua apa itu adalah mendukung pertahanan kita.," kata Syamizard.

Klarifikasi Ryamizard ini terkait dengan pidato kebangsaan Prabowo pada Senin lalu yang mengutip ucapannya dahulu. Saat itu Prabowo mempertanyakan kemampuan Indonesia bertahan dari serangan pihak lain.

"Menteri Pertahanan yang sekarang pun mengatakan, jika perang, Indonesia hanya mampu bertahan 3 hari karena peluru kami hanya cukup untuk 3 hari perang. Ini bukan kami yang menyampaikan, tapi Pemerintah sendiri," kata Prabowo.

Pidato Prabowo itu juga disanggah oleh mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Moeldoko.

Moeldoko menyebut Prabowo mengarang saat melontarkan peluru Indonesia hanya cukup untuk tiga hari perang.

"Enggak lah, ngarang. Negara segede Indonesia begini masa perang tiga hari selesai," kata Moeldoko di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (16/1).

Pensiunan jenderal bintang empat yang kini menjabat Kepala Staf Kepresidenan (KSP) menyatakan bahwa Indonesia telah memiliki industri dalam negeri untuk memproduksi amunisi. Selain itu, kata Moeldoko, TNI juga mengekspor kebutuhan amunisi yang tak diproduksi di dalam negeri.

"Kami juga selalu memproduksi kebutuhan-kebutuhan amunisi. Tapi ada juga kebutuhan-kebutuhan amunisi yang kita impor," ujarnya.






(din/wis)