Tanpa Beban di Debat, Jokowi-Ma'ruf Diklaim Bebas Kasus HAM

CNN Indonesia | Kamis, 17/01/2019 20:12 WIB
Tanpa Beban di Debat, Jokowi-Ma'ruf Diklaim Bebas Kasus HAM Paslon Jokowi-Ma'ruf Amin diklaim tak punya beban di debat karena bebas kasus HAM masa lalu. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Hasto Kristiyanto, mengatakan pasangan calon yang ia dukung tak punya beban saat debat pemilihan presiden 2019 nanti. Menurut dia, Jokowi-Amin tidak memiliki persoalan HAM masa lalu.

"[Jokowi-Amin] menampilkan gagasan terbaik [di debat], gagasan yang disampaikan dengan penuh keyakinan tanpa beban dengan persoalan masa lalu, tidak punya rekam jejak yang buruk terkait dengan HAM," kata Hasto di Rumah Aspirasi, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (17/1).

Diketahui debat perdana malam ini mengusung tema hukum, HAM, korupsi dan terorisme. Debat berlangsung di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan.

Isu HAM digunakan kedua belah pihak untuk saling serang. Calon presiden Prabowo Subianto disebut sebagai pelanggar HAM di masa lalu, sementara Jokowi dianggap melanggar HAM karena belum bisa menyelesaikan kasus penyiraman air keras penyidik KPK Novel Baswedan.

Beberapa waktu lalu, aktivis HAM Haris Azhar menilai Jokowi dan Prabowo sama-sama pelanggar HAM. Menurut dia Prabowo adalah pelanggar HAM tahun 1997-1998 bersama Wiranto dan Hendropriyono.

Kini Wiranto menjabat sebagai menteri koordinator politik, hukum dan keamanan. Kemudian Hendropriyono sempat menjadi ketua umum Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) yang mendukung Jokowi.

"Dan di sisi lain Jokowi selaku kepala negara tidak pernah menyelesaikan kasus itu," kata Haris.

Tak hanya itu, Haris juga menyebut di era kepemimpinan Jokowi saat ini banyak kasus pelanggaran HAM. Salah satunya kriminalisasi ratusan petani yang mengatasnamakan proyek infrastruktur.

Deputi Direktur Indonesian Legal Roundtable (ILR) Erwin Natosmal menilai debat dengan tema HAM akan berjalan normatif. Jokowi-Amin dinilai akan menyerang Prabowo dengan isu pelanggaran HAM berat masa lalu. Sebaliknya, Prabowo-Sandi juga akan menyerang balik dengan isu penyerangan terhadap Novel.

"Saya pikir Pak Maruf dominan, karena Jokowi akan pasif, dia tahu dia punya banyak masalah. Prabowo juga akan lebih banyak aktif, tapi lebih di isu antikorupsi," kata Erwin kepada CNNIndonesia.com.




(adp/arh)