OSO Sebut Ma'ruf Hebat Bisa Tahan Diri dalam Debat
CNN Indonesia
Kamis, 17 Jan 2019 23:23 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua Umum Hanura, Oesman Sapta Odang alias OSO, memuji performa calon wakil presiden nomor urut 01, Ma'ruf Amin, dalam debat perdana yang dianggap mampu menempatkan diri sebagai cawapres.
"Ya hebat, Kiai Ma'ruf dapat menahan dirinya untuk tidak menjawab. Dia berikan kesempatan kepada calon presiden," kata OSO usai debat di Hotel Bidakara, Jakarta, Jumat (17/1).
OSO menilai porsi Ma'ruf yang minim bicara sudah tepat karena menurutnya, kehadiran Jokowi sudah mampu mencerminkan jawaban keduanya.
"Kenapa begitu? Karena dia memamg seorang wakil. Wakil itu biasanya presiden tidak ada, dia mewakili," jelas OSO.
Sepanjang debat perdana, Ma'ruf memang dinilai lebih sedikit berbicara masalah hukum dan HAM. Namun, ia dianggap menonjol pada isu terorisme. Ma'ruf mengatakan bahwa proses deradikalisasi sangat penting dalam penanganan terorisme.
[Gambas:Video CNN]
Secara keseluruhan, OSO menilai debat kali ini banyak diisi dengan pernyatan rekayasa dan fakta. Namun, OSO enggan menjelaskan secara detail rekayasa dan fakta yang ia maksud.
"Rekaysa maksud saya dalam dialog dan argumentasi ada yang direkayasa untuk masa depan ada terekayasa untuk situasional," katanya.
Menutup pernyataannya, OSO berkata, "Yang mana rekayasa itu rahasia saya. Kenapa? Karena di sini kita menguji kemampuan dari calon dan calon ini. Yang menentukan penonton." (ctr/has)
"Ya hebat, Kiai Ma'ruf dapat menahan dirinya untuk tidak menjawab. Dia berikan kesempatan kepada calon presiden," kata OSO usai debat di Hotel Bidakara, Jakarta, Jumat (17/1).
OSO menilai porsi Ma'ruf yang minim bicara sudah tepat karena menurutnya, kehadiran Jokowi sudah mampu mencerminkan jawaban keduanya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
[Gambas:Video CNN]
"Rekaysa maksud saya dalam dialog dan argumentasi ada yang direkayasa untuk masa depan ada terekayasa untuk situasional," katanya.
Menutup pernyataannya, OSO berkata, "Yang mana rekayasa itu rahasia saya. Kenapa? Karena di sini kita menguji kemampuan dari calon dan calon ini. Yang menentukan penonton." (ctr/has)