Ogah Tanggapi Debat Capres, KPK Pilih Serius Kerja

CNN Indonesia | Sabtu, 19/01/2019 01:45 WIB
Ogah Tanggapi Debat Capres, KPK Pilih Serius Kerja Juru bicara KPK Febry Diansyah. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tak ingin menanggapi soal gagasan soal hukum dari dua pasangan calon presiden-wakil presiden yang disampaikan dalam debat perdana Pilpres 2019, Kamis (17/1).

Juru bicara KPK Febri Diansyah mengatakan pihaknya lebih memilih untuk bekerja secara serius dalam memberantas kasus korupsi di Indonesia.

"Kami tidak memberikan tanggapan terkait hal itu [debat perdana]. KPK memilih untuk bekerja saja secara serius sesuai dengan kewenangan yang dimiliki KPK berdasarkan UU 30 Tahun 2002," ujar Febri di gedung KPK, Jumat malam (18/1).


Menurutnya, masih banyak kekurangan dan tantangan dalam pemberantasan korupsi. KPK pun menyarankan kepada pemerintah untuk melakukan revisi undang-undang agar menghasilkan aturan yang lebih kuat untuk menjerat para koruptor. Selain itu, KPK menyoroti kasus korupsi di sektor sumber daya alam yang cukup banyak.

Debat perdana Pilpres 2019 di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan itu memiliki tema penegakan hukum, HAM, korupsi dan terorisme. Namun, sejumlah pihak menganggap penyampaian gagasan terkait korupsi dari kedua paslon tak memuaskan.

Pengajar hukum dari Universitas Parahyangan Agustinus Pohan yang menilai tidak ada gagasan baru yang muncul dalam debat itu.

"Tidak ada hal baru, bahkan seharusnya tidak bicara kasus karena kalau suatu kasus sifatnya, yang lebih umum Presiden itu membuat kebijakan, kalau kasus sifatnya individual dan tidak bisa mewakili keadaan tertentu," kata Agustinus, Kamis (17/1).

(din/arh)