PDIP Respons Fadli Zon soal Jokowi Jangan Klaim Infrastruktur

CNN Indonesia | Minggu, 20/01/2019 19:14 WIB
PDIP Respons Fadli Zon soal Jokowi Jangan Klaim Infrastruktur Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menuding Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon jadi penyebab pembangunan Indonesia tersendat. Hal itu merespons cibiran Fadli kalau Presiden Joko Widodo tidak boleh mengklaim keberhasilan pembangunan infrastruktur karena memang tugas pemerintah.

Hasto menyebut Fadli dan kelompoknya menghambat kerja Jokowi di awal masa pemerintahan. Saat itu ada revisi undang-undang yang membuat PDIP sebagai partai pemenang Pemilu 2014 tidak mendapat posisi pimpinan DPR.

"Membangun infrastruktur itu memang tugas pemerintah kata Pak Fadli Zon. Itu memang tugas pemerintah, tugas pemerintah akan lebih bagus lagi kalau tidak diganggu oleh DPR saat itu," kata Hasto dalam Safari Kebangsaan di Jakarta, Minggu (20/1).

Hasto menyebut tingkah Fadli dkk membuat satu setengah tahun pertama Jokowi tersita untuk konsolidasi lembaga legislatif. Sehingga Jokowi hanya punya tiga tahun masa pemerintahan efektif.


"Tapi hanya dalam tiga tahun efektif pemerintahannya, Pak Jokowi mampu melakukan perubahan-perubahan menghadirkan kekuasaan untuk rakyat," ucap dia.

Sebab itu, Hasto meminta kader-kader PDIP untuk lebih gencar bergerilya, khususnya di DKI Jakarta. PDIP hendak mengulangi kemenangan di Pemilu 2014.

Tujuan utamanya, PDIP ingin menguasai lembaga legislatif untuk melancarkan periode kedua Jokowi.

"Pak Jokowi dan Kiyai Haji Ma'ruf Amin menang, plus lebih dari 55 persen kursi di DPR. Bahkan Koalisi Indonesia Kerja lebih dari 63 persen. Dengan begitu merah hitamnya Indonesia akan ditentukan Jokowi-Ma'ruf dan sembilan partai pendukungnya," tutur dia.

Sebelumnya, Fadli Zon sempat menyindir Jokowi karena mengklaim pembangunan infrastruktur sebagai prestasi. Pernyataan Fadli merespons pengakuan Jokowi yang mengebut pembangunan infrastruktur sebelum Pilpres 2019 dan Lebaran Idul Fitri.

"Jangan menipu rakyat, seolah-olah itu [keberhasilan] dan saya kira dengan mempercepat ini kan memang mau dijadikan semacam seolah-olah prestasi dari pemerintah sekarang," ucap Fadli di kompleks parlemen, Jakarta, 28 November 2018. (dhf/sur)