Sambangi PPP, PDIP Kenang 'Kawin Paksa' Mega-Hamzah

CNN Indonesia | Minggu, 20/01/2019 17:00 WIB
Sambangi PPP, PDIP Kenang 'Kawin Paksa' Mega-Hamzah Pasangan Presiden dan Wakil Presiden RI, Megawati Soekarnoputri - Hamzah Haz. (AFP PHOTO / OKA BUDHI)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto, menceritakan kisah Ketua Umum Megawati Soekarnoputri yang merasa 'dikawinkan secara paksa' dengan mantan Ketua Umum PPP Hamzah Haz saat menjadi presiden dan wakil presiden tahun 2001.

Cerita itu disampaikan Hasto saat berkunjung ke Dewan Pimpinan Wilayah Partai Persatuan Pembangunan DKI Jakarta.

"Ibu mengatakan, 'Pak Hamzah Haz mohon maaf, kita ini dijodohkan, dikawinpaksakan oleh MPR'," kata Hasto di Jakarta, Minggu (20/1).


Namun, kata Hasto, momen itu jadi titik awal hubungan harmonis PDIP dan PPP. Hubungan itu terjadi berkat Megawati teringat ucapan Sukarno bahwa presiden dan wakil presiden adalah dwitunggal.

Meski memiliki latar belakang politik berbeda, keduanya menjadi satu komando yang dapat menggerakkan rakyat. Sebab itu, Megawati bertekad untuk bekerja bersama secara serius dengan Hamzah.

"Kalau saya mau ambil keputusan sebagai presiden, sebelum palu saya ketok, kalau Pak Hamzah tidak setuju, tolong saya dikasih kode dengan cara memegang tangan saya," kata Hasto kembali menirukan Mega.

Sejak saat itu, ujar Hasto, Megawati dan Hamzah jadi pemimpin dwitunggal. Namun perjuangan mereka terhenti di 2004 saat dikalahkan SBY-JK dalam Pilpres langsung pertama.

Hasto berharap dengan hubungan harmonis itu, PPP bisa membantu PDIP dalam memperjuangkan Jokowi, khususnya di Jakarta. Sebab PPP selalu memenangi suara di Jakarta saat Orde Baru.

"Ketika Pak Harto kuat-kuatnya, di Jakarta saat itupun dikuasai PPP. Maka PDIP akan kualat jika kita tidak bersilaturahim dengan PPP," ucap dia.
Sambangi PPP, PDIP Kenang 'Kawin Paksa' Mega-Hamzah Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)

Di kesempatan yang sama, Koordinator Daerah DKI Jakarta Timur PPP Matnoor Tindoan menyambut positif ajakan Hasto. PPP akan berusaha mengamankan pemilih muslim di Pemilu 2019.

"Sudah kita lakukan saya bekerja tanpa spanduk, bekerja door to door," kata Matnoor. (dhf/sur)