Sekretaris Jenderal Partai Bulan Bintang (PBB) Afriansyah Ferry Noer membenarkan keributan tersebut. Namun, dia mengatakan bahwa Ali Wardi bukan pengurus PBB.
"Ali Wardi hanya mengaku kader," kata Afri kepada CNNIndonesia.com, Senin (21/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Informasi yang saya dapat, kader PBB kesal karena dia (Ali Wardi) sering mengunggah status di media sosial yang menjelek-jelekkan Ketua Umum kita Yusril Ihza Mahendra," kata Afri.
Foto: CNN Indonesia/ Hesti Rika |
Afri mempersilakan kejadian tersebut diproses secara hukum. Kata dia, kasus tersebut tidak ada hubungannya dengan arah dukungan Yusril Ihza Mahendra di Pilpres 2019.
Pada Pilpres 2019, Yusril mendukung pasangan nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin. Namun sejumlah kader PBB lainnya yang menamakan PBB Poros Merah mendukung calon Presiden hasil ijtima ulama, yakni Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.
Sementara, Advokat PAS Lantang yang dipimpin kader PBB Novel Bamukmin berencana mendampingi Ali Wardi melaporkan kasus dugaan pemukulan itu ke Polres Jakarta Selatan.
"Pelaporan Insya Allah pukul 13.00 WIB," katanya.
Menurut Novel Bamukmin, Ali Wardi akan melaporkan pelaku pemukulan bernama Sinyo, yang dia sebut sebagai loyalis Yusril Ihza Mahendra.
Foto: CNN Indonesia/ Hesti Rika