JK Sebut Jokowi Dikritik soal Sabun Rp2 Miliar karena Pilpres

CNN Indonesia | Selasa, 22/01/2019 19:58 WIB
JK Sebut Jokowi Dikritik soal Sabun Rp2 Miliar karena Pilpres Wapres Jusuf Kalla mengaku tak mau ambil pusing soal kritik sabun cuci Jokowi senilai Rp2 milair. (CNN Indonesia/Priska Sari Pratiwi)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menilai wajar kritik kerap diterima Presiden Joko Widodo. Tanggapan JK kali ini merespons kritik atas langkah capres petahana itu memborong sabun cuci seorang warga di Garut senilai Rp2 miliar.

Kritik terhadap pembelian sabun cuci Rp2 miliar oleh Jokowi, kata JK, tak lepas dari kontestasi pemilu 2019. JK mengatakan, wajar bila segala hal yang dilakukan Jokowi selaku capres petahana banyak dikritik jelang pesta demokrasi lima tahunan itu.

"Pemilu itu hidup dengan kritik. Kalau kampanye tidak ada kritiknya, itu bukan masa pemilu itu. Jadi kita terima saja," ujar JK di kantor wakil presiden, Selasa (22/1).


JK pun mengaku tak tahu sumber uang Presiden Jokowi saat memutuskan memborong sabun cuci tersebut. Politikus senior Partai Golkar itu juga mengaku tak mau ambil pusing atas apa yang dilakukan capres petahana tersebut.

"Hehehe saya tidak tahu itu (sumber uang)," kata JK di kantor wakil presiden, Selasa (22/1).


Diberitakan sebelumnya, Presiden Jokowi dalam kunjungan kerjanya ke Garut, Jawa Barat memborong 100 ribu botol sabun milik salah satu kelompok usaha di Garut, Eli Liawati. Satu botol sabun cuci berisi satu liter itu dihargai Rp20 ribu.

Eli sontak kaget mendengar keinginan Jokowi membeli 100 ribu botol. Jokowi lantas memberikan uang panjer sebesar Rp10 juta sebagai tanda jadi. Eli pun menyanggupi pesanan Jokowi itu dan akan rampung akhir Februari 2019.

Pembelian sabun cuci itu pun menuai kritik. Sejumlah pihak menuding Jokowi melakukan pencitraan. Sumber uang untuk membeli sabun cuci itu pun dipertanyakan. Salah satunya Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah.

"Yang penting pertanggungjawaban uangnya saja karena pejabat negara kan uangnya harus dipertanggungjawabkan, pajaknya dari mana, sumber uangnya dari mana," ujar Fahri.


Jokowi, kata Fahri, harus mengumumkan apakah uang tersebut menggunakan kas negara atau bagian dari alokasi anggaran tim kampanye pemenanganannya sebagai calon presiden nomor urut 01.

"Uang (harus jelas) dari siapa. Kecuali kalau dia bilang itu uang dari tim sukses, ya masukin itu ke anggaran tim sukses," kata Fahri.

Sementara itu, Tenaga Ahli Utama Kedeputian IV Bidang Komunikasi Politik dan Diseminasi Informasi Kantor Staf Presiden, Ali Mochtar Ngabalin heran dengan sejumlah pihak yang mempermasalahkan Presiden Joko Widodo memborong sabun cuci sejumlah total Rp2 miliar.

Ngabalin menyebut pihak yang mempersoalkan sumber uang Jokowi untuk membeli sabun cuci itu tak melihat mantan Wali Kota Solo itu sebagai sosok penguasa.

"Masa sih Rp2 miliar presiden tidak punya uang pribadi, yang benar saja," kata Ngabalin kepada CNNIndonesia.com, Senin (21/1).


Sekretaris Kabinet Pramono Anung menyebut uang Rp2 miliar untuk membeli sabun itu berasal dari Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf Amin. (psp/ain)