"Hasil debat perdana kemarin 2-1 untuk PS (Prabowo-Sandi)," kata Priyo di Rumah Sriwijaya, Jakarta Selatan, Selasa (22/1).
Keunggulan itu, kata Priyo, misalnya bisa dilihat dari sikap Jokowi maupun Ma'ruf Amin saat debat berlangsung. Prabowo dan Sandi selama debat mencoba membagi peran, berbeda dengan kubu lawan, pembicaraan sepenuhnya dikuasai oleh Jokowi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Priyo melihat, Jokowi terkesan menjadikan panggung debat sekelas nasional seperti debat tingkat pilkada karena melontarkan pertanyaan yang menyerang kepada partai.
"Ini debat tingkat negarawan malah pertanyaan hanya kepada sebuah partai. Jadi Pak jokowi saya kritik, mendegradasi dengan pertanyaan tingkat pilkada," katanya.
Meski apa yang disampaikan berdasarkan fakta, lanjut Priyo, tetapi Jokowi telah salah kaprah. Sebab enam caleg eks napi koruptor di Partai Gerindra ini merupakan caleg tingkat DPRD bukan DPR.
"Pertanyaan Jokowi ada yang missleading bahwa Pak Prabowo ikut meneken, kebetulan saya sekjen, ketua umum partai hanya teken caleg DPR, tapi untuk DPRD hanya pimpinan daerah masing-masing," ucap Sekjen Partai Berkarya ini.
"Dari data ICW juga disebutkan bahwa indikasi ada pada tingkat provinsi," katanya. (tst/osc)