Kubu Prabowo Usul Sistem Tarung Bebas di Debat Kedua Pilpres

CNN Indonesia | Selasa, 22/01/2019 22:14 WIB
Kubu Prabowo Usul Sistem Tarung Bebas di Debat Kedua Pilpres Wakil Ketua BPN Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Priyo Budi Santoso. (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan).
Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) calon presiden dan calon wakil presiden Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Priyo Budi Santoso mengusulkan debat kedua Pilpres 2019 yang akan digelar Februari mendatang berkonsep tarung bebas.

Tarung bebas maksudnya, baik Joko Widodo maupun Prabowo Subianto saling beradu argumen terkait tema yang diangkat tanpa ada batasan waktu. Sementara moderator bertugas menengahi jika adu argumen itu sudah melenceng dari tema.

Hal itu, tambah Priyo, dilakukan untuk mencegah adanya sontekan jawaban dari kandidat calon presiden seperti yang terjadi di debat perdana yang digelar minggu lalu.


"Saya sampaikan dalam rapat kemarin (dengan KPU) kalau diperlukan kami menawarkan format debat free fight, tarung bebas di antara pihak-pihak. Karena debat kedua ini head to head antara Pak Prabowo dan Pak Jokowi," kata Priyo di Rumah Sriwijaya, Jakarta Selatan, Selasa (22/1).

Tak hanya itu, alasan tarung bebas ini pun dilakukan agar kedua calon presiden bisa mengekplorasi gagasan besar yang akan ditawarkan kepada masyarakat Indonesia untuk lima tahun ke depan tanpa sontekan yang mereka bawa atau telah disiapkan sebelumnya.

"Tidak enak kita melihat kemudian tertangkap kamera calon pemimpin negara ini menjawab hanya membaca contekan. Ini yang akan kita cegah," katanya.

Debat pun, kata Priyo, harusnya bisa menarik simpati masyarakat. Tak hanya itu, pihaknya juga berharap debat ini tidak dibatasi waktu sebab pembatasan waktu justru membuat capres tidak bebas memaparkan gagasan mereka.

"Agar keduanya bisa lebih eksplorasi, dibebaskan asal tak keluar koridor," katanya.

Hal senada juga disampaikan oleh Kadiv Advokasi Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean. Ferdinand justru meminta KPU agar menyelenggarakan debat dengan format tarung bebas namun tetap di bawah panduan moderator yang handal.

"Maka kita meminta kepada KPU bentuk format yang lebih terbuka, lebih tarung bebas, tetapi tetap dimoderatori supaya debat besok ini bisa menunjukkan kapasitas, mobilitas dan wawasan dari capres-capres kita semuanya," kata Ferdinand. (tst/osc)