Pengungsi Banjir Gowa Capai 2.121 Jiwa

Antara, CNN Indonesia | Rabu, 23/01/2019 15:44 WIB
Pengungsi Banjir Gowa Capai 2.121 Jiwa Banjir di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. (ANTARA FOTO/Abriawan Abhe0.
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan mencatat data terkini warga yang mengungsi akibat banjir dan longsor. Dalam catatan Pemkab Gowa, jumlah warga yang mengungsi mencapai 2.121 jiwa dan tersebar di sejumlah titik.

"Data yang baru kami terima dari anggota di lapangan total pengungsi yang terdata di beberapa titik itu sudah 2.121 orang," ujar Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan di Gowa, Rabu (23/1) dikutip dari Antara.

Ia mengatakan pengungsi korban banjir berada di 13 titik, yakni 70 jiwa di Masjid Baiatul Jihad Tompobalang, 200 jiwa di Kantor Kelurahan Samata, 200 jiwa di Masjid Mangngalli, dan 21 jiwa di Puskesmas Pallangga.


Kemudian di Kantor Camat Pallangga terdapat 56 jiwa, 33 jiwa di kantor BTN Pallangga Mas, 6 jiwa di Puskesmas Kampili, dan 94 jiwa di Masjid Nurul Iman Yabani Bonto Ramba, Somba Opu.

Lalu 600 jiwa di Pasar Sungguminasa, 40 jiwa di Gardu Induk PLN Sungguminasa, 120 jiwa di Pandang-pandan, 160 jiwa di Bukit Tamarunang, dan 521 jiwa di Kompleks RPH Tamarunang.

Adnan mengatakan semua pengungsi korban banjir ini sudah ditangani oleh tim penanggulangan bersama yang terdiri dari berbagai organisasi perangkat daerah (OPD). Hal utama yang dilakukan terhadap pengungsi adalah melakukan pemeriksaan kesehatan dan bantuan logistik seperti pembuatan dapur umum.

"Para warga diperiksa kesehatannya lalu dibuatkan dapur umum," katanya.

Sebagai informasi, sedikitnya enam orang warga dilaporkan meninggal dunia saat banjir disertai longsor terjadi. Bencana banjir dan longsor ini diakibatkan meluapnya air sungai Jeneberang di Bendungan Bili-bili.

"Ada yang meninggal karena tersengat listrik, ada juga karena tertimbun longsoran," ujar Adnan.

Keenam korban meninggal yakni, Akram Al Yusran (3) warga Pangkabinanga, Rizal Lisantrio (48) warga BTN Batara Mawang, Sarifuddin Dg Baji, dan seorang bayi yang belum teridentifikasi. Kemudian dua korban longsor lainnya juga belum teridentifikasi.

Selain enam korban meninggal, empat warga juga mengalami luka-luka dan 10 orang dilaporkan hilang atau belum ditemukan.

Adnan menambahkan, dalam musibah itu, empat jembatan penghubung juga dilaporkan terputus. Satu diantaranya adalah jembatan Bongaya. (osc)