Dengan dibangun drainase vertikal tersebut, kata Anies, air hujan bisa langsung ditampung dan disimpan untuk nantinya bisa dimanfaatkan saat musim kemarau.
"Membangun drainase vertikal itu perlu dilakukan oleh setiap rumah," kata Anies di Ciracas, Jakarta Timur, Selasa (22/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebab, drainase vertikal membuat air hujan tak terbuang ke area luar rumah namun langsung tertampung oleh sistem itu.
"Kita akan siapkan nantinya anggaran yang bisa digunakan oleh masyarakat ketika masyarakat membangun [drainase vertikal] di kampung-kampung," ujar Anies.
Anies juga menargetkan pembangunan drainase vertikal di gedung kantor pemerintahan milik Pemprov DKI pada 31 Maret.
Program drainase vertikal merupakan salah satu janji kampanye Anies pada warga Jakarta pada kampanye Pilkada DKI 2017 silam.
Anies pernah menjelaskan bahwa drainase vertikal tersebut dibuat di wilayah permukiman padat penduduk. Meski begitu, ia menyebut tak semua wilayah bisa menerapkan program drainase vertikal tersebut.
Di akhir tahun 2018, Anies pernah menyatakan bahwa drainase vertikal telah dibangun di 6.500 titik. Namun, ia tak menjelaskan titik atau wilayah mana saja yang telah dibangun drainase vertikal tersebut.
(dis/arh)