Tangkal Banjir, Anies Ingin Drainase Vertikal di Setiap Rumah

CNN Indonesia | Selasa, 22/01/2019 15:13 WIB
Tangkal Banjir, Anies Ingin Drainase Vertikal di Setiap Rumah Gubernur DKI Anies Baswedan menginginkan semua rumah berkontribusi menangkal banjir lewat pembangunan drainase vertikal. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menginginkan setiap rumah dan gedung di Jakarta dibangun drainase vertikal sebagai bentuk kontribusi untuk menangkal banjir dan kekeringan.

Dengan dibangun drainase vertikal tersebut, kata Anies, air hujan bisa langsung ditampung dan disimpan untuk nantinya bisa dimanfaatkan saat musim kemarau.

"Membangun drainase vertikal itu perlu dilakukan oleh setiap rumah," kata Anies di Ciracas, Jakarta Timur, Selasa (22/1).

Selain itu, menurut Anies, drainase vertikal tersebut menjadi bentuk kontribusi warga untuk mencegah terjadinya banjir di Jakarta.

Sebab, drainase vertikal membuat air hujan tak terbuang ke area luar rumah namun langsung tertampung oleh sistem itu.

"Maka kita bisa mengatakan pada diri kita bahwa, 'Saya bukan termasuk yang menyumbang air banjir di Jakarta karena air rumah saya dimasukkan ke dalam tanah'," tuturnya.

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini menyebut Pemprov DKI telah menyiapkan anggaran untuk pembangunan drainase vertikal di setiap rumah. Anggaran pembangunan itu masuk ke dalam pos anggaran milik Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman serta Dinas Perindustrian dan Energi.

"Kita akan siapkan nantinya anggaran yang bisa digunakan oleh masyarakat ketika masyarakat membangun [drainase vertikal] di kampung-kampung," ujar Anies.

Anies juga menargetkan pembangunan drainase vertikal di gedung kantor pemerintahan milik Pemprov DKI pada 31 Maret.

Hal itu sesuai dengan Instruksi Gubernur Nomor 131 Tahun 2018 tentang Percepatan Pembangunan Drainase Vertikal di Lahan Milik Pemprov DKI Jakarta.
Program drainase vertikal merupakan salah satu janji kampanye Anies pada warga Jakarta pada kampanye Pilkada DKI 2017 silam.

Anies pernah menjelaskan bahwa drainase vertikal tersebut dibuat di wilayah permukiman padat penduduk. Meski begitu, ia menyebut tak semua wilayah bisa menerapkan program drainase vertikal tersebut.

Di akhir tahun 2018, Anies pernah menyatakan bahwa drainase vertikal telah dibangun di 6.500 titik. Namun, ia tak menjelaskan titik atau wilayah mana saja yang telah dibangun drainase vertikal tersebut.




(dis/arh)