Gambar CCTV Rumah Pimpinan KPK Berbayang, Wajah Pelaku Buram

CNN Indonesia | Rabu, 23/01/2019 17:42 WIB
Gambar CCTV Rumah Pimpinan KPK Berbayang, Wajah Pelaku Buram Polisi terkendala gambar CCTV yang berbayang dalam upaya pengusutan kasus teror di kediaman pimpinan KPK, Laode M Syarif. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pihak kepolisian terkendala dalam pengusutan teror terhadap kediaman Wakil Ketua KPK Laode M Syarif di Jalan Kalibata Selatan, Pancoran, Jakarta Selatan. Kendala terkait dengan hasil analisis rekaman, call detail record (CDR) dari CCTV rumah La Ode yang dilempar bom molotov pada 9 Januari 2018 tersebut.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo mengatakan CDR yang diambil pihaknya dari rumah Laode menghasilkan gambar yang berbayang. Hal itu terungkap berdasarkan analisis pihak kepolisian London, Inggris.

"[CDR] yang pertama sudah ada yang dikirim ke London, hasilnya bayang-bayang semua. Gambar orang bayang-bayang, sehingga wajahnya, bentuk badannya, bajunya belum bisa dilihat dengan baik, begitu juga pelat nomornya," kata Dedi di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (23/1).



Oleh karena itu, lanjutnya, pihaknya akan kembali mengirimkan CDR rekaman CCTV yang lainnya ke London. Namun, kata Dedi, Polri lewat Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) akan menganalisis sendiri CDR rekaman CCTV tersebut lebih dulu sebelum meminta bantuan pihak kepolisian London lagi.

"Jika laboratorium tidak bisa, baru kami kirim lagi ke sana, secepatnya akan dikirim lagi," tuturnya.

Teror Pimpinan KPK, Polisi: Gambar CCTV Rumah Laode BerbayangRumah Wakil Ketua KPK Laode Muhammad Syarif Dilempari Bom Molotov. (CNN Indonesia/Andry Novelino)

Sidik jari tak ditemukan dalam teror untuk Agus Rahardjo

Sementara itu, lanjut Dedi, pihaknya juga belum bisa menyempurnakan pembuatan sketsa wajah terduga pelaku teror pengiriman bom palsu ke rumah Ketua KPK Agus Rahardjo yang berlokasi di Perumahan Graha Indah, Blok A9/15 RT 004/014, Kelurahan Jatimekar, Jatiasih, Kota Bekasi, Jawa Barat. Menurutnya, pihaknya belum menemukan sidik jari terduga pelaku hingga saat ini.

"Belum ada sidik jari yang ditemukan. Ada sidik jari, tapi itu bukan sidik jari orang yang kami curigai. [sketsa wajah] belum sempurna," ucap Dedi.

Seperti diberitakan sebelumnya, Polri menggandeng pihak kepolisian London, Inggris dalam pengusutan teror bom di rumah Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Laode M Syarif. Pengiriman CDR ini dilakukan lantaran pihaknya menemukan perbedaan dalam menganalisis gambar rekaman video. Gambar rekaman video menjadi tidak terlihat dengan jelas ketika disetop dan diperbesar.

Rumah Laode dan Agus diteror bom pada Rabu (9/1). Polisi telah memastikan bom yang ditemukan di kediaman Agus sebagai bom palsu. Sementara satu dari dua bom molotov yang dilempar ke kediaman Laode terbakar dan menyisakan bekas hitam pekat di salah satu sisi dinding rumah. Hingga kini, pelempar dua bom molotov ke rumah Laode dan pengiriman paket bom palsu ke kediaman Agus, masih misterius.



(mts/ain)