BPN Sebut Kritik JK Akan Jadi Materi Debat Capres Prabowo

CNN Indonesia | Kamis, 24/01/2019 05:35 WIB
BPN Sebut Kritik JK Akan Jadi Materi Debat Capres Prabowo Prabowo akan mengkritik proyek infrastruktur Jokowi di debat capres kedua. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Direktur Materi dan Debat Badan Pemenangan Nasional (BPN) calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Sudirman Said mengatakan saat ini pihaknya tengah menghimpun berbagai masukan dari para ahli untuk menghadapi debat capres putaran kedua yang akan digelar 17 Februari mendatang. 

Ahli itu kata dia berasal dari berbagai kalangan, baik dari pihak akademisi maupun praktisi yang memang paham dan berkecimpung langsung di bidang yang akan dibahas dalam debat perdana itu, yakni mengenai Pangan, Energi, Sumber Daya Air, Lingkungan Hidup, dan Infrastruktur. 

"Ini suatu tema yang strategis dan setahu saya nanti yang akan debat kan antar capres, tentu saja persiapan paling penting kita kembali dalami isu-isu, kita cocokkan dengan visi misi dan program. Kita terus himpun masukan dari para ahli," kata Sudirman di Media Centre Prabowo-Sandi, Jalan Sriwijaya, Jakarta Selatan, Rabu (23/1) malam.


 
Dia pun mengakui, ada sejumlah isu yang akan disorot Prabowo dalam debat capres itu. Di antaranya terkait efisiensi dan dampak proyek infrastruktur era Joko Widodo (Jokowi) terhadap kesejahteraan rakyat.

Apalagi kata dia, saat ini Wakil Presiden Jusuf Kalla pun berkali-kali mengeluarkan pernyataan soal proyek infrastruktur yang berpotensi adanya kebocoran dan ketidaklaikan pembangunan, baik dari segi pendanaan maupun pembangunannya. 

"Statement Pak JK memberikan referensi ke masyarakat memang ada masalah-masalah yang harus diselesaikan dalam proses infrastruktur ini," kata dia. 


Prabowo pun selama debat nanti kata Sudirman akan membantu masyarakat supaya lebih paham bahwa memang pembangunan infrastruktur yang masif saat ini justru penganggaran dan keuangannya banyak masalah. 

"Jadi kami akan bantu masyarakat untuk memahami bahwa perencanaan dan penganggaran keuangan proyek infrastruktur ini ada banyak masalah. Memang kita punya apresiasi terkait apa yang sudah dibangun, tapi terkait pengelolaan perencanaan pendanaan itu menimbulkan banyak persoalan," kata Sudirman.

Lebih lanjut kata dia, untuk sektor energi, Prabowo akan menyampaikan visi diversifikasi energi untuk mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil. Sementara di sektor pangan, Prabowo ingin memastikan bahwa harga pangan terjangkau oleh masyarakat.

"Harga terjangkau itu fungsi dari dua. Satu, harganya stabil. Kedua, masyarakatnya punya daya beli, punya penghasilan cukup, punya pekerjaan cukup. Karena itu Pak Sandi dan Pak Prabowo selalu mengatakan harga dan pekerjaan. Itu yang harus dijadikan target," kata Sudirman.




(tst/DAL)