Indonesia Barokah memiliki lambang berupa gambar wilayah Indonesia ditambah masjid berwarna hijau dengan latar belakang merah putih. Tertulis slogan 'Membumikan Islam Rahmatan Lil 'Alamin'.
Tabloid ini sudah terbit beberapa edisi. Salah satunya mengusung berita utama atau headline 'Reuni 212: Kepentingan atau Kepentingan Politik' terbit pada Desember 2018.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ada pula tulisan berjudul 'Prabowo Marah Media Dibelah' di halaman berbeda. Tidak ketinggalan, Indonesia Barokah juga mengulas agenda Hizbut Tahrir melawan negara-bangsa.
Salah satu sudut Jalan Haji Kenkemi, Rawa Bacang, Pondok Melati, Bekasi. Tidak ada kantor redaksi tabloid Indonesia Barokah di lokasi ini. (CNN Indonesia/Bimo Wiwoho) |
CNNIndonesia.com lantas menyambangi alamat redaksi Indonesia Barokah yang tercantum di halaman 2. Alamatnya berlokasi di Jalan Haji Kerenkemi, Rawa Bacang, Jatirahayu, Pondok Melati, Bekasi.
Akan tetapi, jalan tersebut tidak ada. Di daerah Rawa Bacang hanya ada Jalan Kirinkeman.
Salah seorang warga yang tinggal di sekitar, Amel, mengaku tidak tahu ada kantor redaksi tabloid Indonesia Barokah di dekat rumahnya. Dia sudah tinggal selama 20 tahun dan tidak mengetahui jika ada kantor redaksi media cetak.
"Saya malah baru dengar. Setahu saya enggak ada. Coba aja cari-cari, mungkin dia enggak pasang plang. Tapi kayaknya enggak ada deh," ucap Amel yang sehari-hari menjaga kiosnya, Kamis (24/1).
Sudut lain Jalan Haji Kenkemi, Rawa Bacang, Pondok Melati, Bekasi. Tidak ditemukan pula kantor redaksi tabloid Indonesia Barokah. (CNN Indonesia/Bimo Wiwoho) |
"Di sini enggak ada kantor di bidang media massa. Di sini juga rumah penduduk biasa semua. Kalau ada usaha, ya paling toko atau kios atau laundry," ucap Adan.
Warga lainnya, Yati mengatakan sebelumnya juga ada beberapa orang yang mencari kantor redaksi Indonesia Barokah. Tutur Yati, mereka adalah anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).
CNNIndonesia.com mencoba untuk menunggu di sekitar Jalan Kirinkeman dan jalan-jalan di dekatnya, yakni Jalan Haji Gering, Jalan Pasar Kecapi, dan Jalan Raya Rawa Bacang. Selama beberapa jam, tidak ada kendaraan yang nampak membawa atau menurunkan tumpukan kertas. Bahkan, di jalan tersebut pun tidak banyak orang berlalu-lalang.
CNNIndonesia.com lantas mencoba untuk menghubungi nomor ponsel yang tercantum dalam tabloid Indonesia Barokah. Akan tetapi, nomor itu tidak aktif. Selang beberapa jam kemudian, nomor yang sama tetap tidak bisa dihubungi.
Kubu pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno merasa dirugikan oleh tabloid Indonesia Barokah. (ANTARA FOTO/Galih Pradipta) |
Anggota Dewan Pers Ratna Komala mengatakan pihaknya juga sudah melakukan investigasi sementara ke alamat redaksi yang tercantum dalam tabloid Indonesia Barokah.
"Ternyata alamatnya itu kayak diplesetin. Tertulis Jalan Kerenkemin tapi enggak ada. Yang ada Jalan Kirinkeman," tutur Ratna saat dihubungi, Kamis (24/1).
Ratna mengatakan tim Dewan Pers sudah bertanya kepada warga sekitar dan Ketua RT serta Ketua RW setempat. Semuanya menjawab tidak tahu tentang keberadaan kantor redaksi Indonesia Barokah.
Dewan Pers, kata Ratna, menemukan bahwa tulisan yang dimuat dalam tabloid Indonesia Barokah bukan hasil peliputan. Itu semua berasal dari hasil liputan media lain yang sudah diberitakan.
"Comot sana comot sini dari liputan yang pernah ada," ucap Ratna.
Gedung Dewan Pers, Jakarta. (Adhi Wicaksono) |
"Ada berita atau tulisan yang kategori beropini menghakimi dan beriktikad buruk," tutur Ratna.
Ratna mengatakan itu semua merupakan temuan dini pihak Dewan Pers. Analisis dan investigasi akan terus dilakukan terhadap tabloid Indonesia Barokah. Dalam waktu dekat, Dewan Pers akan mengeluarkan kesimpulan final.
Ratna juga mengatakan tidak pernah ada kelompok atas nama Indonesia Barokah yang mendaftarkan diri sebagai media massa ke Dewan Pers. Bahkan, Ratna menyebut dirinya baru mengetahui tabloid tersebut usai diberitakan sejumlah media.
Setahun lalu, sempat mencuat pula tabloid lain yang diduga partisan. Yakni, Independent Observer. Tabloid berbahasa Inggris itu cenderung memuat artikel yang memiliki nada positif bagi capres Prabowo Subianto. Partai Gerindra pun membantah pihaknya memiliki keterkaitan dengan tabloid itu.
(bmw/arh)
Salah satu sudut Jalan Haji Kenkemi, Rawa Bacang, Pondok Melati, Bekasi. Tidak ada kantor redaksi tabloid Indonesia Barokah di lokasi ini. (
Sudut lain Jalan Haji Kenkemi, Rawa Bacang, Pondok Melati, Bekasi. Tidak ditemukan pula kantor redaksi tabloid Indonesia Barokah. (
Kubu pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno merasa dirugikan oleh tabloid Indonesia Barokah. (
Gedung Dewan Pers, Jakarta. (Adhi Wicaksono)