Aksi mogok kerja pada Kamis (23/1) itu, kata Hanif, juga tidak berkaitan dengan penolakan tenaga kerja asing (TKA) yang berasal dari negeri 'Tirai Bambu'. Melainkan, terkait dengan Upah Minimum Sektoral (UMSK) di Kabupaten Morowali.
"Selamat pagi. Demo buruh di Morowali bukan demo TKA China. Juga bukan demo menolak TKA China. Demo buruh di Morowali terkait Upah Minimum Sektoral (UMSK) Kabupaten setempat, yang saat ini sedang ditangani otoritas terkait di sana. Jangan termakan hoaks. Jangan ikut sebarkan hoaks. Waspadai adu domba," ujar Hanif melalui akun Twitter pribadinya @hanifdhakiri, Jumat (25/1).
[Gambas:Twitter]
Menurut Hanif, persoalan UMSK itu juga sudah ditangani pemerintah Kabupaten Morowali. Terkait dengan beredarnya video di media sosial soal aksi mogok kerja yang didominasi pekerja asing asal China, Hanif mengimbau kepada masyarakat untuk tidak mempercayai berita palsu itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Luhut Janji Pangkas TKA China di Morowali |
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Morowali Sulawesi Tengah, Umar Rasyid pun sudah meminta buruh agar tidak mengintimidasi manajemen perusahaan dalam proses pembahasan UMSK.
Dia menganggap aksi unjuk rasa, orasi dan mogok kerja merupakan bentuk dari pengancaman dan intimidasi yang dilakukan salah satu pihak kepada pihak lainnya. Polisi menyatakan saat ini situasi di kawasan IMIP sudah terkendali.