Panas Tahun Politik, Kapolda Metro Siapkan Sistem Pendingin

CNN Indonesia | Jumat, 25/01/2019 15:29 WIB
Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy Pramono mengutamakan untuk menjaga situasi tetap dingin di tahun politik dan tak berkomentar banyak soal kasus sensitif. Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy Pramono mengutamakan cooling system saat tahun politik. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kapolda Metro Jaya yang baru dilantik, Inspektur Jendral Gatot Eddy Pramono, memilih untuk menjaga situasi tetap dingin di tahun politik. Ia pun tak berkomentar banyak soal sejumlah pertanyaan terkait kasus sensitif.

"Suhu politik pasti akan mamanas tapi tentunya dengan kebersamaan tadi kita akan menciptakan cooling system. Kita sama sama menjaga situasi politik," kata Gatot, dalam acara pisah sambut Kapolda Metro Jaya, di Jakarta, Jumat (25/1).

Gatot dipercaya menjadi Kapolda Metro Jaya yang baru berdasarkan surat telegram Kapolri bernomor ST/188/1/KEP/2019, 22 Januari. Ia menggantikan Irjen Idham Azis yang diangkat menjadi Kepala Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri.


Usai acara pisah sambut, Gatot sempat dimintai tanggapannya mengenai kasus perusakan Polsek Ciracas yang diduga dilakukan oleh sekelompok orang berambut cepak berbadan tegap hingga teror bom terhadap rumah dua pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Namun, Gatot tidak menanggapi pertanyaan itu lebih lanjut. "Nanti saja," kata Gatot singkat.

Gatot, yang saat itu berjalan berdampingan dengan Idham pun langsung meninggalkan lokasi prosesi pedang pora dan menuju mobil yang terparkir di depan area Polda Metro Jaya.

Ia kemudian membuka kaca mobilnya dan hanya melempar senyum kepada para wartawan yang masih mengejarnya.

(CTR/arh)