JK Anggap Cak Imin Berlebihan Minta Jatah 10 Menteri

CNN Indonesia | Selasa, 29/01/2019 16:22 WIB
JK Anggap Cak Imin Berlebihan Minta Jatah 10 Menteri Wapres Jusuf Kalla menganggap Ketum PKB Muhaimin Iskandar alias Cak Imin terlalu berlebihan berharap bisa mendapat jatah 10 kursi menteri kabinet Jokowi. (CNN Indonesia/Priska Sari Pratiwi)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil Presiden Jusuf Kalla menilai Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar alias Cak Imin berlebihan meminta jatah 10 kursi menteri jika Joko Widodo kembali terpilih menjadi presiden di Pilpres 2019.

JK mengatakan jabatan menteri itu harus dibagi dengan partai lain secara proporsional.

"Kalau ada partai yang mau 10, yang lain dapat apa? Kan sama-sama berjuang. Ya tentu berlebihanlah itu," ujar JK di kantor wakil presiden Jakarta, Selasa (29/1).

JK mengatakan jabatan menteri biasanya dibagi dan terdiri dari kalangan politisi dan profesional. Dalam komposisi menteri kabinet kerja saat ini, ada sekitar 16 hingga 17 orang yang berlatar belakang politisi.


JK tak menampik ada partai yang mendapat kursi menteri lebih banyak daripada partai lain. Namun hal itu sepenuhnya menjadi hak prerogatif presiden.

"Pak Presiden tentu akan pertimbangkan sejauh mana upaya partai memenangkan presiden yang terpilih. Selalu begitu mekanismenya," kata JK.
JK Anggap Cak Imin Berlebihan Minta Jatah 10 Menteri(CNN Indonesia/Hesti Rika)


Cak Imin sebelumnya menyampaikan keinginan untuk mendapatkan jatah 10 kursi menteri dari PKB pada pemerintahan 2019-2024.

Di pemerintahan saat ini, PKB memiliki tiga menteri yakni Menaker Hanif Dhakiri, Menpora Imam Nahrowi, dan Menteri Desa Eko Putro Sandjojo.

"Saya mohon doanya semoga saya diberikan kekuatan melanjutkan dan membuktikan. Tahun 2019 harus ditopang dengan ekonomi yang makmur. Tahun 2019 itu harus betul-betul diwujudkan. Hari ini menteri dari kita ada 4. Mudah-mudahan nanti ada 10 menteri dari NU," ujar Cak Imin seperti dikutip detikcom di aula Nusantara IV, kompleks DPR, Jakarta Pusat, Minggu (27/1).
(psp/gil)