Tim Jokowi Sebut Survei Puskaptis untuk Senangkan Prabowo

CNN Indonesia | Selasa, 29/01/2019 19:43 WIB
Tim Jokowi Sebut Survei Puskaptis untuk Senangkan Prabowo Juru bicara TKN, Ace Hasan Syadzily. (CNNIndonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Juru bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Maruf Amin, Ace Hasan Syadzily meminta masyarakat tidak mempercayai hasil survei Pusat Kajian Kebijakan dan Pembangunan Strategis (Puskaptis) yang dirilis Selasa (29/1).

Survei Puskaptis menyebut Jokowi-Maruf unggul tipis dari pasangan calon nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Ace mengatakan survei Puskaptis merupakan bagian dari penggiringan opini agar masyarakat mempercayai hasil survei internal BPN Prabowo-Sandiaga.

"Tentang hasil survei Puskaptis itu anggap saja untuk nyeneng-nyenengin Pak Prabowo saja. Tidak usah dipercaya. Ini menjadi bagian dari penggiringan opini menyesuaikan dengan survei internal paslon 02," ujar Ace dalam keterangan tertulis.


Ace menuturkan Puskaptis merupakan lembaga survei partisan yang perlu dikritisi. Sebab, ia mengatakan rekam jejak Puskaptis selalu berbeda dengan hasil lembaga survei lain yang menyebut Jokowi-Ma'ruf unggul cukup jauh dari Prabowo-Sandi.

"Kalau hasil surveinya nyeleneh sendiri patut diduga lembaga survei tersebut sedang membangun framing politik," ujarnya.

Politisi Golkar ini lantas mengingatkan rekam jejak Puskaptis saat Pilpres 2014. Ketika itu Puskaptis menjadi satu dari empat lembaga survei yang menyatakan Prabowo-Hatta Rajasa menang saat Pilpres 2014. Akibat hasil survei Puskaptis, pendukung Prabowo-Hatta sempat dibuat sujud syukur.

"Padahal lembaga-lembaga survei kreadibel waktu itu mengatakan bahwa Jokowi-JK yang menang dan sesuai dengan hasil perhitungan Komisi Pemilihan Umum," ujar Ace.

Puskaptis hari ini merilis survei yang dilakukan pada 8-14 Januari 2019. Survei Puskaptis menyebut elektabilitas Jokowi-Ma'ruf berada pada 45,90 persen. Sementara tingkat elektabilitas pasangan Prabowo-Sandiaga berada pada angka 41,80 persen.

"Mengingat waktu masih tersisa tiga bulan artinya masih terbuka peluang dalam meraih simpati publik dalam mengejar ketertinggalan bagi pasangan nomor urut 02," kata Husin di Jakarta.

(jps/wis)