Airlangga Ogah Ikuti Cak Imin Singgung Jatah Kursi Menteri

CNN Indonesia | Kamis, 31/01/2019 02:29 WIB
Airlangga Ogah Ikuti Cak Imin Singgung Jatah Kursi Menteri Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto. (CNN Indonesia/Patricia Diah Ayu Saraswati)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto tak mau mengikuti langkah Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar alias Cak Imin mengungkapkan keinginannya ketika Presiden Joko Widodo kembali terpilih.

"Kami partai sistematis, one at the time," kata Airlangga di Aula Gedung DPP Partai Golkar, Rabu (30/1).

Cak Imin sebelumnya berharap PKB mendapat 10 kursi menteri setelah pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin resmi memimpin Indonesia 2019-2024.



Dalam pemerintahan Jokowi saat ini, PKB memiliki empat menteri, yakni Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri, Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrowi, Menteri Desa Eko Putro Sandjojo, dan Menristek Dikti M. Nasir.

Sementara itu, Partai Golkar diberi tiga kursi menteri oleh Presiden Jokowi. Mereka ialah Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita, dan Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto.

Airlangga Ogah Ikuti Cak Imin Bahas Jatah Kursi MenteriKetua Umum PKB Muhaimin Iskandar alias Cak Imin. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Airlangga enggan berkomentar terkait bahasan pembagian kursi menteri untuk periode selanjutnya. "To be continued setelah 17 April ya," tuturnya sambil tertawa.


PKS Anggap Wajar

Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sohibul Iman ikut berkomentar terkait hal ini. Dia menilai wajar celotehan Cak Imin soal jatah 10 kursi menteri jika Jokowi-Ma'ruf menang di Pilpres 2019.

Airlangga Ogah Ikuti Cak Imin Bahas Jatah Kursi MenteriPresiden Partai Keadilan Sejahtera ( PKS) Sohibul Iman. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Menurutnya, semua partai memang berhak meminta jatah kursi ke presiden yang diusungnya jika menang.

"Silakan saja, semua partai berhak. Silakan saja, minta 30 (kursi) juga berhak," kata Sohibul di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta.

Sohibul mengatakan pihaknya, Koalisi Adil Makmur, belum membahas soal jatah kursi menteri untuk setiap partai pengusung Prabowo-Sandi. Menurutnya, yang penting saat ini capres-cawapres yang diusung bisa melenggang ke Istana Negara.

"Berjuang dulu, bagi-bagi kursi belakangan," katanya.

Sohibul mengatakan Prabowo memiliki kriteria tersendiri untuk kabinetnya jika kelak menjadi presiden. Dia mengatakan pembagian kursi ini akan dilakukan sepenuhnya oleh Prabowo.

"Kalau kriteria ada, tentunya kabinet yang bagus, kabinet yang baik dari partai maupun luar partai," kata dia.

Cak Imin menyampaikan harapan bahwa PKB mendapatkan jatah 10 kursi menteri Jokowi pada pemerintahan 2019-2024.

"Tahun 2019 itu harus betul-betul diwujudkan. Hari ini menteri dari kita ada empat. Mudah-mudahan nanti ada 10 menteri dari NU," ujar Muhaimin, dikutip Detikcom di aula Nusantara IV, kompleks DPR, Jakarta Pusat, Minggu (27/1). (tst/pmg)