Hujan Deras Sebabkan Longsor di Lima Desa di Halmahera Barat

CNN Indonesia | Rabu, 30/01/2019 20:53 WIB
Hujan Deras Sebabkan Longsor di Lima Desa di Halmahera Barat Warga terdampak longsor di Kecamatan Loloda, Halmahera Barat, bahu membahu membersihkan rumah mereka yang temboknya jebol akibat longsor. (CNN Indonesia/Sahril Abdullah)
Ternate, CNN Indonesia -- Hujan deras yang melanda Maluku Utara sepekan terakhir membuat lima desa di Kecamatan Loloda Kabupaten Halmahera Barat diterjang longsor. Sedikitnya 58 rumah dilaporkan mengalami kerusakan dengan tingkat kerusakan beragam. Kondisi medan yang sulit dan buruknya cuaca membuat wilayah terdampak longsor sulit diakses.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Halmahera Barat, Imran Lolori kepada CNN Indonesia menuturkan longsor terjadi sejak Selasa (29/1) malam pukul 23.15 WIT. Namun tim BPBD baru bisa bertolak dari ibu kota Jailolo ke Loloda Rabu (30/1) pagi tadi.

"Medannya jauh dan cuaca buruk sehingga untuk menuju ke Loloda pun tidak mudah. Tapi personel Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Halbar sudah berangkat menuju Loloda untuk memberikan bantuan logistik," tuturnya.


Menurut Imran, sejauh ini belum ada laporan tentang korban jiwa. Namun 58 rumah di Desa Kedi, Kahatola, Tolofuo, Soasio dan Totala dilaporkan mengalami kerusakan setelah diterjang longsor.

"Data kerusakan rumah warga baru itu yang kami terima dikarenakan terkendala jaringan telekomunikasi," kata Imran.

Longsor Terjang 5 Desa di Halmahera Barat Akibat Hujan DerasRumah warga terdampak longsor di Halmahera Barat. (CNN Indonesia/Sahril Abdullah)
Selain bantuan logistik dari BPBD Halbar, anggota TNI dari Koramil Loloda juga ikut membantu warga membersihkan rumah mereka. Imran menyatakan rata-rata rumah yang terkena longsor temboknya jebol.

"Tapi Camat Loloda sudah membuka dapur umum dan ratusan warga terdampak sementara mengungsi di situ," ujarnya.

Sementara Kepala Basarnas Ternate, Muhammad Arafah mengatakan pihaknya belum menerima laporan korban jiwa dari lokasi longsor. Karena itu penanganan bencana masih dilakukan BPBD setempat.

"Kalau sudah ada laporan korban jiwa maka Basarnas yang ambil alih untuk mengevakuasi korban," ujarnya.

Kecamatan Loloda merupakan wilayah terpencil di Halmahera Barat. Butuh waktu hingga tiga jam perjalanan dengan speedboat untuk menuju ke sana dari ibu kota Kabupaten, Jailolo. Dengan kondisi cuaca yang masih ekstrem saat ini, BPBD sempat kesulitan mengirimkan timnya ke Loloda (shr/wis)