Korban Meninggal Dunia Bencana Sulsel Jadi 22 Orang

anc, CNN Indonesia | Rabu, 23/01/2019 22:37 WIB
Korban Meninggal Dunia Bencana Sulsel Jadi 22 Orang Bencana banjir Sulawesi Selatan. (ANTARA FOTO/Sahrul Manda Tikupadang)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sebanyak 18 orang dinyatakan meninggal dunia akibat bencana banjir dan tanah longsor di Sulawesi Selatan. 13 diantaranya berasal dari Kabupaten Gowa.

Kapolsek Kecamatan Manuju Kabupaten Gowa, Iptu Kasmawati mengkonfirmasi bahwa sudah ditemukan lima korban tertimbun longsor di Desa Pattallikang dari 22 korban yang dinyatakan hilang dan masih tertimbun longsoran.

"Sisa 17 orang yang akan dievakuasi besok," katanya kepada CNNIndonesia.com, Rabu (23/1). 


Lima korban yang ditemukan hari ini adalah Dg Sada (65), Lina (30), Acce (20), Ulfa (3) dan Sriwahyuni (11). Kasmawati mengatakan lokasi dampak bencana longsor sangat parah dan rumah yang tertimbun cukup dalam. 


Sedangkan satu korban baru dari Gowa adalah Nur Janna Djalil. Ibu yang fotonya sempat viral di sosial media berpelukan di sebatang pohon bersama cucunya. Ia meninggal di Rumah Sakit Syeh Yusuf Gowa setelah mendapat perawatan medis. Sementara cucunya dilaporkan selamat.

Tambahan korban lainnya datang dari Kabupaten Jeneponto. Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Jeneponto Syam Jaya mengatakan ada empat orang yang berhasil diidentifikasi sejauh ini.

"Laporannya ada delapan yang ditemukan, tapi data yang masuk ke kami dan sudah diidentifikasi baru empat orang," ujar Syam.   

Sementara data dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, menurut Syam, korban jiwa dari Kabupaten Maros sebanyak empat orang.


Total korban yang terdampak bencana di 10 kabupaten/kota mencapai 5.825 orang dan 3.914 kepala keluarga. Jumlah pengungsi terus bertambah dari waktu ke waktu. Namun diperkirakan mencapai 7 ribu orang.

Untuk rumah dan bangunan yang tergenang banjir sebanyak 2.100 unit. 32 diantaranya hanyut terbawa air. Ada 30.930 hektare sawah gagal panen dan 12 sekolah yang rusak. 9 jembatan dan 2 pasar tradisional serta 3 fasilitas pemerintah.

Sebelumnya, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Selatan, Syamsibar menyebut ada 9 korban jiwa satunya dari Jeneponto. Tapi perkembangan terbaru dari Gowa, Jeneponto dan Maros total seluruh korban menjadi 22 orang dan kemungkinan akan terus bertambah. Satu orang korban lainnya dari Pangkep.

Sedangkan untuk status air di Bendungan Bili-bili terus menunjukkan penurunan. Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang Teuku Iskandar mengatakan debit air menurun dari status siaga menjadi waspada. Sebelumnya debit air sempat mencapai 101.87 meter, kini tinggal 99.99 meter.

Jika debit airnya menurun hingga 99.50 statusnya akan berubah jadi pemantauan. Lalu beransur jadi normal setelahnya.

(DAL)