Yakin Banding Diterima, Dhani Tak Takut Hukuman Diperberat

CNN Indonesia | Kamis, 31/01/2019 13:15 WIB
Yakin Banding Diterima, Dhani Tak Takut Hukuman Diperberat Ahmad Dhani yakin bandingnya diterima karena pertimbangan hakim di tingkat sebelumnya lemah. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pengacara Ahmad Dhani, Hisar Tambunan yakin upaya banding kliennya ke Pengadilan Tinggi DKI Jakarta akan diterima. Pasalnya, banyak pertimbangan hakim yang diklaim tak sesuai fakta.

Hal itu disampaikan Hisar seusai mengajukan proses banding di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (31/1).

"Kami yakin dalam proses banding nanti, banding kami akan diterima kami sangat yakin," ujar Hisar.


Keyakinan itu muncul, menurut Hisar, lantaran banyak pertimbangan hakim yang lemah saat memutus perkara kliennya.

"Dalam pertimbangannya majelis hakim tidak melihat apa fakta-fakta yang ada, tidak mereferensikan kepada yurisprudensial yang ada, apalagi doktrin," ujar dia.

Hisar juga mengaku tidak takut masa hukuman kliennya justru akan bertambah setelah mengajukan banding.


"Tak ada yang kami takuti, justru karena kami yakin kalau kami benar, tidak melakukan suatu kesalahan, maka setelah kami berembuk bersama Ahmad Dhani, kami yakin, kami optimis," ucapnya.

Lebih lanjut, dia menyatakan akan mengajukan memori banding ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dalam waktu dekat. Saat ini, tim pengacara baru secara resmi menyatakan banding ke PN Jakarta Selatan.

Pengacara Dhani lainnya, Hendarsam Mantoko, mengatakan pihaknya masih menunggu salinan resmi putusan hakim PN Jakarta Selatan. Ia mengatakan pihaknya perlu mempelajari secara detail putusan hakim sebelum membuat memori banding.
"Jadi kita baru bisa membuat materi memori banding apabila sudah menerima salinan putusan. Pertama kami lakukan menerima salinan resmi jadi kami tau pertimbangan hukum hakim secata detail seperti apa baru bisa kita bahas satu persatu," ujar Hendarsam.

Selain itu, Hendarsam mengatakan kasus kasus pencemaran nama baik melalui ujaran 'idiot' Dhani di Surabaya, Jawa Timur tidak akan mempengaruhi proses bandingnya di Jakarta.

"Orang kan bisa ya menjalani dua perkara sekaligus kan, sidang bisa dalam satu fase ada dua sidang apalagi ini kan untuk masalah di Jakarta sudah tidak ada lagi sidang seperti itu, jadi paralel saja," ujarnya.

Seperti diketahui, Ketua Majelis Hakim PN Jaksel, Ratmoho memvonis Ahmad Dhani hukuman penjara selama 1,5 tahun (18 bulan). Dalam persidangan yang digelar Senin (28/1), Dhani terbukti bersalah secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana.

Dhani dinyatakan bersalah atas cuitan di akun Twitter @AHMADDHANIPRAST. Menurut Ratmoho, Dhani dengan sengaja dan tanpa hak menyuruh menyebarkan informasi yang menunjukkan rasa kebencian.

(SAH/arh)