Wakapolri Minta Anak Buahnya Tidak Kasar hingga Pemilu 2019

CNN Indonesia | Kamis, 31/01/2019 16:40 WIB
Wakapolri meminta seluruh jajarannya berpuasa atau menahan diri dari perbuatan yang aneh dan kasar hingga Pilpres dan Pemilu 2019 selesai terselenggara. Wakapolri Komjen Ari Dono meminta jajarannya tidak berulah jelang Pilpres 2019. (CNN Indonesia/Abi Sarwanto)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri) Komisaris Jenderal Ari Dono Sukmanto meminta seluruh jajarannya berpuasa atau menahan diri dari perbuatan yang aneh dan kasar hingga Pemilihan Presiden (pilpres) 2019 selesai terselenggara.

"Puasa dulu untuk kita berbuat yang aneh-aneh atau kasar. Tinggal hanya beberapa bulan lagi, [tapi] bukan berarti nanti boleh [bertindak aneh-aneh dan kasar]," kata Ari dalam Rapat Pimpinan Polri 2019, di Gedung Tribrata, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (31/1).

Dia meminta seluruh jajarannya lebih mengedepankan langkah-langkah yang bersifat persuasif dan edukatif dalam bertindak, serta tidak melakukan kesalahan.



Menurut dia, anggota Polri harus lebih banyak memberikan solusi dibandingkan mengambil langkah penegakan hukum terhadap berbagai persoalan di tengah masyarakat jelang hari pemungutan suara Pemilu 2019.

"Penegakan hukum merupakan alternatif terakhir," ujar jenderal bintang tiga itu.

Ari menilai hal ini penting untuk menghadirkan kenyamanan di tengah masyarakat dan demi menghindari berbagai serangan politik ke institusi Polri. Menurut dia, kesalahan yang dilakukan anggota akan menjadi beban bagi institusi Polri yang merupakan bagian dari pemerintahan.


Mantan Kabareskrim itu mengambil contoh Korps Brimob yang umumnya berkarakter keras. Ari meminta Korps Brimob yang saat ini sedang melaksanakan banyak operasi supaya menahan diri.

"Brimob dengan karakternya seperti itu, tahan diri. Sama juga kegiatan, saya dengar dari Kasatgas yang di Papua, kondisi sekarang semua dalam kegiatan untuk monitoring dan penyelidikan, tahan diri," kata Ari.

Selanjutnya, dia mencontohkan operasi kegiatan yang rawan gesekan dengan masyarakat. Kata dia, berbagai kegiatan polisi jelang hari pemungutan suara Pemilu 2019 harus lebih bersifat penyuluhan atau pembinaan.

Ari menambahkan, anggota Polri juga diharapkan memperbanyak kegiatan yang bersifat sosial, deklarasi damai jelang hari pencoblosan.

"Seperti kemarin, yang disampaikan Asisten Kapolri bidang Operasi [Irjen Rudi Sufahriadi] tadi, operasi tambang liar yang masyarakatnya banyak, operasi cantrang, atau operasi lalu lintas. Boleh kegiatan, tapi yang sifatnya penyuluhan, pembinaan, untuk kegiatan-kegiatan yang simpatik," ujar Ari.

(mts/DAL)