Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pun melempar bola ke Kementerian Sekretariat Negara. Sebab ground breaking itu belum terlaksana karena masih menunggu persetujuan dari pihak Setneg.
Persetujuan tersebut berkaitan dengan rencana pembangunan stasiun dan gardu listrik di kawasan Medan Merdeka, yang notabenenya merupakan kawasan vital.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Anies mengklaim dirinya telah mengirim surat kepada Mensesneg Pratikno perihal dimulainya proyek MRT fase II tersebut. Saat ini, kata Anies, pihaknya masih menunggu surat balasan dari sana.
Anies menyebut jaminan keamanan tersebut tidak hanya diberikan oleh pihak operator, tetapi juga akan dilakukan oleh pihak kepolisian dan TNI.
Lebih dari itu, Anies menyampaikan pemilihan kawasan Medan Merdeka sebagai lokasi pembangunan stasiun dan gardu listrik telah melalui proses kajian. Hasil kajian tersebut, sambungnya, menyatakan bahwa kawasan Medan Merdeka menjadi titik yang paling tepat untuk dilakukan pembangunan.
"Dalam assessment kami lokasi yang tepat di sisi Barat Monas itu masih dalam jarak perimeter yang cukup," ujarnya.
Lihat juga:Menjajal Kecanggihan MRT "Ratangga" |
Sebelumnya, rencana ground breaking proyek MRT fase II akan dilakukan pada Desember tahun lalu, namun gagal dikarenakan PT MRT belum menemukan pemenang lelang. Kemudian direncanakan pembangunan akan dimulai pada Januari 2019.
MRT fase II sendiri rencananya akan memiliki rute dari Bundaran Hotel Indonesia (HI) hingga Jakarta Kota. Fase ini akan memiliki delapan stasiun yang meliputi stasiun Sarinah, Monas, Harmoni, Sawah Besar, Mangga Besar, Glodok, Kota, dan Kampung Bandan.
Selain molornya ground breaking, hingga saat ini lokasi untuk pembangunan depo MRT fase II juga belum disepakati. Pasalnya ada rencana pemindahan depo dari semula di Kampung Bandan ke Stadion BMW. (dis/osc)