Anies Siapkan Instruksi Gubernur Tangani Demam Berdarah DKI

CNN Indonesia | Rabu, 30/01/2019 17:48 WIB
Anies Siapkan Instruksi Gubernur Tangani Demam Berdarah DKI Anies Baswedan menyiapkan Instruksi Gubernur penanganan Demam Berdarah Dengeu atau DBD yang tercatat mengalami peningkatan kasus memasuki 2019. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tengah menyiapkan Instruksi Gubernur (Ingub) sebagai dasar hukum untuk mengantisipasi kasus Demam Berdarah Dengeu (DBD) di wilayah Jakarta.

Ingub itu diterbitkan untuk merespons peningkatan kasus DBD pada awal 2019 dibanding tahun sebelumnya. Pada Januari 2018 tercatat ada sebanyak 198 kasus, sedangkan data per 28 Januari 2019 sudah tercatat sebanyak 662 kasus.

"Ingub itu nanti akan menjadi landasan untuk mereka melakukan pembiayaan-pembiayaan dan lain-lain, sebagai kegiatan berjalan," kata Anies di Balai Kota Jakarta, Rabu (30/1).

Meski Ingub belum terbit, Anies mengaku telah menginstuksikan jajarannya untuk melakukan langkah antisipasi kasus DBD.


Lewat Dinas Kesehatan, kata Anies, pihaknya juga telah mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk berperan serta dalam memberantas sarang nyamuk Aedes Aegypti yang merupakan nyamuk penyebab DBD.

"Kami berharap masyarakat, menjadi jumantik (juru pemantau jentik) di rumahnya masing-masing karena perpindahan nyamuk itu tidak lewat rute transportasi, normalnya manusia, dia bisa terbang dari satu tempat ke tempat lainnya karena itu pantau di setiap rumah kita," tuturnya.

Kepala Dinas Kesehatan DKI Widyastuti sebelumnya mengungkap tiga wilayah dengan kasus DBD tertinggi, yakni Jakarta Selatan, Jakarta Timur, dan Jakarta Barat.

Dari ketiga wilayah tersebut ada lima kecamatan dengan tingkat kejadian (incidence rate atau IR) tertinggi. IR adalah perhitungan kejadian per 100 ribu penduduk yang digunakan untuk mengukur proporsi kejadian DBD. Semakin tinggi angka IR, maka semakin tinggi kejadiannya.

Lima kecamatan dengan IR tertinggi antara lain Jagakarsa dengan 19,27 IR, Kalideres 16,94 IR, Kebayoran Baru 16,54 IR, Pasar Rebo 13,93 IR, dan Cipayung 13,57 IR.

Untuk wilayah Jakarta Pusat dan Jakarta Utara, jumlah kasus DBD masih terpantau rendah. Sedangkan di Kepulauan Seribu masih terpantau belum ada kasus DBD.

"Kepulauan Seribu kan air laut, tidak terlalu disukai nyamuk. Yang disenangi nyamuk di air tawar," ucap Widyastuti, Senin (28/1).

Widyastuti mengimbau seluruh masyarakat untuk segera berobat jika mengalami demam mendadak.

Pertolongan pertama bisa dilakukan di antaranya minum air sebanyak mungkin. Selain itu, masyarakat bisa minum obat penurun panas sesuai anjuran medis.

Selain demam tinggi, gejala DBD meliputi nyeri otot dan sendi, terdapat bintik merah/ruam di kulit, mual, serta nyeri dan ulu hati. Pada kasus yang parah, dapat terjadi pendarahan dan syok yang membahayakan nyawa.

Widyastuti menyatakan pihaknya telah mengimbau kepada petugas medis, baik di Puskesmas maupun Rumah Sakit untuk segera memberikan pertolongan medis kepada pasien dengan gejala DBD.



(dis/gil)