Viral Aqsa Aswar Injak Kursi MRT, Anies Ingatkan Etika

CNN Indonesia
Rabu, 30 Jan 2019 14:25 WIB
Gubernur DKI Anies Baswedan berharap masyarakat tak mencontoh tindakan atlet jetski Aqsa Aswar menginjak kursi penumpang MRT dan menjadikannya sebagai pelajaran
Atlet Jetski Aqsa Sutan Aswar saat berlaga di Asian Games 2018. (REUTERS/Athit Perawongmetha)
Jakarta, CNN Indonesia -- Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyesalkan tindakan atlet jetski Aqsa Aswar injak kursi penumpang di kereta Moda Raya Terpadu atau MRT Jakarta.

Aqsa diketahui mendapatkan undangan dari Pemprov DKI untuk menjajal secara langsung kereta MRT pada Senin (28/1) lalu. Usai menjajal kereta tersebut, Aqsa mengunggah foto dirinya di dalam kereta ke media sosial.

Foto tersebut kemudian menjadi viral dan diperbincangkan oleh masyarakat. Pasalnya, dalam foto tersebut Aqsa diketahui berpose dengan menginjak kursi penumpang MRT.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau naik ke kursi, itu salah," kata Anies di Balai Kota Jakarta, Rabu (30/1).

Anies menganggap ulah Aqsa Aswar jadi pelajaran penting bagi masyarakat. Khususnya, terkait dengan apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan di dalam kereta MRT.

"Nah kejadian ini, itu malah jadi pelajaran, ini the dont-nya nih, ini yang jangannya, jadi malah jadi pelajaran," ujarnya.
Viral Aqsa Aswar Injak Kursi MRT, Anies Kritik Gubernur DKI Anies Baswedan. (CNN Indonesia/Hesti Rika)

Anies mengapresiasi tindakan peraih medali emas di Asian Games 2018 lalu itu yang telah mengakui kesalahan dan menyampaikan permintaan maaf.

Aqsa menyampaikan permintaan maafnya lewat sebuah unggahan di media sosial.

"Mereka kita apresiasi. Mereka mengakui ini sebagai kesalahan, minta maaf," ucap Anies.

Belajar dari kasus tersebut, Anies mengimbau kepada masyarakat untuk tak menginjak kursi MRT ketika nantinya beroperasi.

"Dan bagi publik semua jangan lakukan berdiri di atas kursi," kata Anies.

Apalagi, menurut Anies, hal tersebut merupakan bagian dari etika. Karenanya, ia menilai hal itu menjadi kesadaran dari masyarakat dan tak perlu ada aturan tertulis untuk mengaturnya.

"Yang gitu tidak usah pakai aturan tertulis. Itu kepatutan. Itu etika," ujarnya.
(dis/gil)
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
TERPOPULER